Kesal Jalan Rusak dan Berdebu, Warga Kasilampe Blokade Jalan Poros Toronipa-Kendari

87
Warga sempat sandera mobil tangki BBM Pertamina. Bahkan mengancam menduduki Depot Pertamina yang berdiri tidak jauh dari lokasi aksi. (FOTO:SUHARDIMAN/BKK)

KENDARI,BKK- Warga di Kelurahan Kasilampe Kecamatan Kendari Kota Kendari melakukan aksi demonstrasi dengan memblokir jalan poros Toronipa Kabupaten Konawe-Kota Kendari pada Selasa (23/11).

Aksi pemblokiran jalan dimulai sekitar pukul 08.00 Wita menyebabkan arus kendaraan yang melalui jalur tersebut macet sepanjang 1 kilometer, baik dari arah Kendari maupun Toronipa.

Puluhan mobil pengangkut bahan bakar minyak (BBM) nampak dalam antrean panjang tersebut.

Masyarakat nekat menyandera mobil tersebut agar suplai BBM tidak tersalurkan hingga tuntutan mereka dipenuhi.

Massa menuntut agar jalan tersebut segera diperbaiki. Pasalnya, kondisi jalan yang rusak serta debu jalan mengganggu aktivitas mereka.

Sitti Nurlina, salah seorang warga kepada awak media menuturkan kondisi jalan tersebut puluhan tahun tidak diperhatikan oleh pemerintah.

Warga di sana, kata dia, hanya dijanji-janji oleh calon kepala daerah baik gubernur atau wali kota jika terpilih akan memperbaiki jalan tersebut.

“Setiap calon gubernur dan wali kota itu kasih janji palsu. Sekitar 2 tahun ini parah sekali, mobil-mobil besar lewat kita kena debu. Jualan saya tiap hari saya tutup karena debu. Kita di sini–orang tua dan anak-anak–tidak sehat pengaruh debu,” ujar Sitti nada kesal.

“Kita tidak diperhatikan. Yang kita heran jalan diatas sudah bagus malah ditambah aspalnya. Di sini hanya ditambal-tambal saja, aspalnya tipis. Paling 3 hari diinjak mobil besar sudah hancur,” tambahnya.

Kewenangan Provinsi

Salah seorang Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari La Ode Ashar turut menemui warga yang melakukan blokade jalan.

La Ode Ashar menuturkan, warga melakukan aksi tersebut merupakan akumulasi kekecewaan dan kejengkelan yang sudah luar biasa.

“Mereka sudah melakukan rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD Sultra, dijanji (perbaikan). Tiga bulan setelah itu tidak ada action, oleh karena itu ini merupakan bentuk kekesalan dari masyarakat,” ujar La Ode Ashar, ditemui di lokasi demonstrasi.

Di daerah sekitar lokasi jalan rusak tersebut terdapat depot Pertamina. Jika tuntutan mereka tidak dipenuhi warga mengancam akan menduduki depot Pertamina tersebut.

“Langkah menutup atau melakukan pendudukan terhadap depot Pertamina tidak main-main. Yang saya heran teman-teman provinsi kalau tahu depot Pertamina itu adalah aset, sesuatu sangat vital, kenapa jalanannya tidak diperhatikan,” ujar La Ode Ashar.

“Padahal semangat pembangunan itu, kalau ada objek vital ada sesuatu yang luar biasa di sana. Maka itu harus diutamakan. Silakan pemerintah melakukan pilihan lebih vital depot Pertamina atau jalanan. Silakan pertimbangkan,” katanya.

Masih kata dia, pihak pemerintah provinsi sudah melakukan negosiasi.

“Alhamdulillah, alat berat sudah menuju ke sini, pertanda apa yang dilakukan masyarakat membuahkan hasil. Mungkin hasil belum sempurna, di pengujung penganggaran kondisi keuangan sudah terbatas, kita maklumi itu,” ujarnya.

Untuk menyelesaikan masalah jalan ini, lanjut La Ode Ashar mengatakan, ini hal yang sederhana bagi pemerintah dan DPRD provinsi.

Jika pihak provinsi tidak sanggup, sambung dia, pihak DPRD dan Pemerintah Kota Kendari yang akan ambil alih.

“Jika mereka buang handuk, biar kota yang selesaikan. Sekarang kita tidak bisa buat apa-apa kecuali ada delegasi kewenangan dari provinsi ke kota. Tanggungjawab saya ke depan akan memaksakan jika sudah selesai ini jalan untuk diserahkan ke kota,” ungkapnya.

Warga Rencana Blokade Jalan 2 Hari

Sekitar pukul 11.00 Wita, massa aksi yang telah melakukan negosiasi dengan Kepala Dinas (Kadis) Bina Marga Provinsi Sultra Burhanuddin bersama pihak terkait sepakat untuk membuka jalan yang diblokade tersebut.

Sebelumnya, jika tuntutan masyarakat tidak diterima, mereka bakal memblokade jalan tersebut hingga 2 hari.

“Alhamdulillah, masyarakat memahami kondisi kami dan apa yang akan kita kerjakan. Oleh sebab itu saya berterima kasih kepada masyarakat atas perjuangannya dan kami akan menyikapi paling tidak, Insya Allah hingga Desember ini kami akan melakukan pemeliharaan jalan. Untuk rehabilitasi jalan kita usulkan pada 2022 mendatang,” ujar Burhanuddin ditemui usia negosiasi bersama warga.

Untuk pemeliharaan jalan yang hingga Desember 12 ini, Burhanuddin menuturkan menelan anggaran hingga Rp300 juta.

“Untuk rehabilitasi nanti pengaspalan. Sesuai anggaran standar kita usulkan pada 2022 mendatang, mulai Rp3 miliar hingga Rp3,5 miliar per 1 kilometernya,” pungkasnya. (cr2/b2/iis)

Facebook Comments Box