Kejari Konawe Serahkan Rp14,9 Miliar Uang Hasil Lelang Sita Kasus Tambang PT Bososi

193
Penyerahan uang hasil lelang dari kasus penambangan ilegal yang menyeret PT Bososi Pratama. (FOTO:SUHARDIMAN/BKK)

KENDARI, BKK- Kejaksaan Negeri (Kejari) Konawe bersama Pusat Pemulihan Aset (PPA) Kejaksaan Agung (Kejagung) RI menyerahkan uang senilai Rp14,965 miliar hasil lelang barang sitaan kasus Undang-Undang Minerba dan Kehutanan yang terjadi di Lahan PT Bososi Pratama.

Penyerahan uang sebagai pendapatan negara bukan pajak (PNBP) ini dilakukan di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (2/11) kemarin.

Kepala Kejati Sultra Sarjono Turin menuturkan, disituasi pandemi Covid-19 ini, kejaksaan di wilayah hukum Konawe bekerja sama dengan Kejagung RI dapat berkontribusi bagi negara dengan menyetor uang sejumlah Rp14,9 miliar ini.

“Uang yang diserahkan ini didapatkan dari lelang barang rampasan yang telah disitu. Di mana perkaranya telah berkekuatan hukum tetap,” terang Sarjono kepada awak media di Aula Kejati Sultra, Selasa (2/11).

Sarjono membeberkan, berkait barang bukti yang dilelang ini merupakan tiga perkara koorporasi 3 perusahaan yang melakukan aktivitas di atas lahan izin usaha pertambangan (IUP) PT Bososi Pratama.

Dibeberkan, tiga perusahaan tersebut yakni PT Rockstone Mining Indonesia, PT Nutural Persada Mandiri, PT Pertambangan Nusantara.

“Ada 62 item milik perusahaan yang akan dilelang lelang, 17 item telah berhasil dijual. Sisanya 45 item akan dilelang dalam waktu dekat. Jika semua terjual uang yang dapat disetor ke negara bisa mencapai Rp60 miliar,” ungkap Sarjono.

Lebih lanjut, Sarjono mengungkapkan, ada beberap item milik perusahaan yang disita. Di antaranya, alat berat, dumptruck, dan belasan tumpukan nikel.

“Pada lelang pertama, berhasil terjual  11 alat berat, 2 dump truck, dan 1 tumpukan nikel seberat kurang lebih 13 ribu metrik ton,” tuntasnya. (cr2/man)

Facebook Comments Box