Investor Pasar Modal Syariah Capai 8% di Sultra

33
Ricky

KENDARI, BKK- Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, hingga September 2021, investor pasar modal syariah di Sulawesi Tenggara (Sultra) sudah mencapai 919 atau 8 persen dari total keseluruhan 11.940 investor.

“Investasi saham syariah secara nasional hanya mencapai 3,5 persen dibanding dengan Sultra yang mencapai 8 persen,” beber Kepala BEI Sultra Ricky, Sabtu (20/11).

Dikatakan, saham syariah telah dipergunakan di Sultra sejak keluarnya Fatwah Nomor 80 Tahun 2011 tentang Mekanisme Perdagangan Saham.

Ricky mengungkapkan, ada 752 perusahaan saham, sekitar lebih 65 persen masuk dalam kategori saham syariah.

Berdasarkan ketetapan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ada beberepa ktiteria yang membedakan pasar modal syariah dengan pasar modal konvensional.
Adapun yang disebut pasar modal syariah yaitu kegiatan usahanya tidak bertentangan dengan prinsip syariah.

“Misalnya, perusahaan tersebut tidak boleh menjual minuman keras, rokok, perhotelan, atau produk-produk yang mengandung yang tidak halal. Jika perusahaanya seperti itu maka akan dikeluarkan dari daftar efek syariah,” terang Ricky. (cr4/man)

Facebook Comments Box