BI: Ekonomi Sultra Telah Lewati Zona Pertumbuhan Negatif

72
Taufik Ariesta (sebelah kanan)

KENDARI, BKK- Kondisi perekonomian Sulawesi Tenggara (Sultra) telah melewati zona pertumbuhan negatif. Kinerja pereknomian Sultra berhasil tumbuh tumbuh 3,97% (yoy) pada triwulan III 2021.

“Kinerja pertumbuhan ekonomi tersebut melampaui level sebelum terjadinya pademi,” ujar Deputi Direktur Bank Indonesia (BI) SultraTaufik Ariesta saat ditemui di sela-sela kegiatan di salah satu hotel ternama di Kota Kendari, Rabu (24/11).

Dia berharap, masyarakat terus mematuhi protokol kesehatan (prokes) agar pendemo Covid-19 cepat pulih.

“Pelaksanaan protokol kesehatan di masyarakat harus dibarengi dengan percepatan vaksinasi untuk menciptakan imun yang kuat dan sehat. Sehingga, aktivitas ekonomi berjalan dengan baik,” kata Taufik.

Selain itu, sebut dia, pertumbuhan ekonomi yang membaik ini juga tidak lepas dari sinergi tim pengendalian inflasi daerah (TPID) provinsi dan kabupaten/kota di Sultra berhasil mengendalikan inflasi sepanjang 2021 berada pada tingkat yang rendah.

Hingga Oktober 2021, inflasi Sultra tetap stabil dan terkedali sebesar 2,56% (yoy) atau berada dalam range target sasaran inflasi nasional 3±1%.

“Inflasi tahun ini lebih tinggi dari pada tahun sebelumnya,” katanya.
Taufik menambahkan, pihaknya juga terus berkolaborasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam menjaga stabilitas sistem keuangan sepanjang 2021.

Hal tersebut, beber dia, tercermin dari intermediasi perbankan di Sultra yang terus mendukung dunia usaha dengan penyaluran kredit yang pada Oktober 2021 mencatatkan pertumbuhan sebesar 16,76% (yoy).

“Akselerasi penyaluran kredit tersebut terus disertai dengan kualitas penyaluran yang sangat baik. Di mana, non-performing loan secara gross hanya tercatat sebesar 1,80%,”pungkasnya. (cr4/man)

Facebook Comments Box