Baubau Bergerak Maju

92
Wali kota baubau, Dr H. AS Tamrin, MH

Kemudi pembangunan di tangan duet Wali Kota dan Wakil Wali Kota Baubau, Dr. H AS Tamrin-La Ode Ahmad Monianse, menunjukkan arah yang terus bergerak maju. Di tahun ketiga pemerintahan pasangan Tampil Manis ini, perkembangan Kota Baubau di segala sektor kian melejit.

Wali Kota Baubau, Dr. H AS Tamrin menjelaskan, prioritas pembangunan Kota Baubau berfokus pada empat pilar, di antaranya Sumber Daya Manusia (SDM), infrastruktur, ekonomi kerakyatan, dan budaya.

Dari empat pilar pembangunan itu, telah banyak indikator-indikator capaian yang telah diraih. Salah satunya perkembangan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari tahun 2018-2020.

Berdasarkan data dari Bappeda Kota Baubau, di tahun 2018, PAD sebesar 67,32 miliar dan meningkat sebesar 26,55 persen pada 2020 sebesar 87,01 miliar. Trend kenaikan PAD ini berimplikasi positif pada pembangunan daerah.

Kemudian, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga meningkat menjadi 75,90 di tahun 2020 dari 74,67 pada 2018.

“IPM Kota Baubau ini berada diatas Provinsi Sultra senilai 71,45 dan nasional 71,94. Selain itu, tingkat kemiskinan di tahun 2020 menurun 7,15 persen dari 7,57 persen pada tahun 2018,” katanya.

Pada sektor pendidikan, Pemerintah Kota Baubau memberikan perhatian serius kepada 30.701 siswa yang menerima Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Selain itu, kualitas dan mutu pendidikan dengan menghadirkan pembangunan sarana dan prasarana juga terus dimaksimalkan. Tercatat pada 2018 dibangun 12 unit, lalu meningkat 14 unit pada 2019, dan 15 unit pada 2020, serta 8 unit pada 2021 ini.

Termasuk pemeliharaan atau reahabilitasi sarana pendidikan dengan rincian 36 unit pada 2018, 40 unit pada 2019, 52 unit pada 2020, dan 62 unit pada 2021 ini.

Di bidang kesehatan masyarakat, keberhasilan pasangan Dr.H AS Tamrin-La Ode Ahmad Monianse dapat dilihat dari angka harapan hidup. Pada 2018 angka harapan hidup masyarakat tercatat diangka 70,72 dan naik 70,95 pada 2019. Selanjutnya pada 2020 naik lagi menjadi 71,19 dan terus naik pada 2021 menjadi 72,00.

Di bidang infrastruktur, salah satunya drainase. Panjang drainase dalam kondisi mantap pada 2018 sepanjang 50.338 meter, pada 2019 sepanjang 53.121 meter, pada 2020 sepanjang 53.149,2 meter, dan pada 2021 sepanjang 53.253,2 meter.

Kemudian irigasi dalam kondisi mantap pada 2018 sepanjang 48.334 meter, 2019 sepanjang 51.048,24 meter, 2020 sepanjang 53.166,54 meter, dalam pada 2021 sepanjang 54.139,52 meter.

Bidang ekonomi kerakyatan ditingkatkan dengan memaksimalkan peran koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sejak 2018, jumlah koperasi aktif mengalami peningkatan yang cukup signifikan mulai 190 pada 2018, lalau naik 193 pada 2019, 203 pada 2020 dan naik lagi 210 pada 2021.

Sementara kerjasama pengembangan UMKM mengalami pasang surut, pada 2018 sebanyak 8, turun menjadi 3 pada 2019, dan naik kembali menjadi 7 pada 2020 dan naik lagi menjadi 10 pada 2021.

Selanjutnya jumlah panen raya terdiri dari produksi padi dan bawang merah terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Tercatat pada 2018 jumlah panen raya sebanyak 11.457 ton, naik menjadi 12.322 ton pada 2019, lalu 12.419 pada 2020, dan naik menjadi 12.506 pada 2021.

Pemerintah juga memberikan perhatian dengan menyerahkan sejumlah bantuan berupa perlatan pertanian sebanyak 43 unit pada 2018, 3 unit pada 2019, lalu 34 unit pada 2020, dan pada 2021 ini sebanyak 30 unit. Selain itu juga bentuan bibit ternak sebanyak 2.169 ekor pada 2018, 1.420 ekor pada 2019, 406 ekor pada 2020, dan 1.587 ekor pada 2021.

Selain itu, Pemerintah Kota Baubau juga berhasil meraih sejumlah prestasi prestisius, diantaranya pada 2019 didaulat sebagai sebagai kota terbaik tim pengendali inflasi daerah(TPID) yang diberikan oleh Bank Indonesia perwakilan Sultra. Lalu penghargaan e-Government dari Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Selanjutnya penghargaan Indonesia Award di bidang pembangunan ekonomi daerah, penghargaan pembina umum karang taruna terbaik tingkat kabupaten/kota dan provinsi dari Kementerian Sosial.

Penghargaan perencana pembangunan terbaik se-Sultra yang diberikan oleh Koordinasi dan Supervisi Bidang Pencegahan (Korsupga) Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK),penghargaan Kota Sehat kategori Swastisaba wiwerda dari Kementerian Kesehatan.

Kota Baubau juga sebagai inisiator yang menghantarkan Sultan Himayatuddin atau Oputa Yi Koo mendapat gelar Pahlawan Nasional dari pemerintah,dan diberikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Selanjutnya prestasi pada tahun 2020, antara lain penghargaan dari Menteri Keuangan atas raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam tata kelola keuangan dan aset daerah, penghargaan perencana pembangunan terbaik se-Sultra yang diberikan oleh tim Koordinasi dan Supervisi Bidang Pencegahan(Korsupga) KPK.

Mendapat tambahan Dana Insentif Daerah (DID) sebesarRp 14 miliar, karena dinilai baik dalam menanggulangi Covid-19,penghargaan Anugerah Kebudayaan dari PWI Pusat dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN)2020 yang penyerahannya disaksikan langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo.

Lalu Kota Baubau menerima penghargaan Kota Peduli HAM dari Kementerian Hukum dan HAM, dan penghargaan dari Badan Pusat Statistik RI yang diwakili oleh Kepala BPS Baubau kepada pemerintah Kota Baubau atas pencapaian target pelaksanaan sensus penduduk online 2020.

Terakhir prestasi pada 2021 antara lain penghargaan Manggala Karya Kencana 2021 dari BKKBN RI terkait pengintegrasian Kampung Nelayan dengan Kampung KB, kedua Kota Baubau mewakili Sultra pada penilaian Kota Sehat Swastisaba Wistara tingkat nasional tahun 2021.

Selain capaian tersebut, juga terdapat rencana pembangunan infrastruktur prioritas yang akan dibangun. Diantaranya, jalan lingkar, gedung PO-5 center, gedung parkiran terintegrasi, program nasional pembangunan jembatan Buton-Muna, dan proyek propinsi penyelesaian pembangunan jalan by pass. (adv)

Facebook Comments Box