Ada Indikasi Korupsi, Kasus Pengalihan Aset UHO Segera Naik ke Meja Penyidikan

73
Dody

KENDARI, BKK- Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) tengah menyelidiki kasus dugaan korupsi pengalihan aset milik Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Halu Oleo (LPPM UHO) yang terletak di Kelurahan Toronipa Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sultra Dody menuturkan, penyelidikan kasus ini berawal dari laporan Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Prof Muhammad Zamrun terkait adanya aset UHO yang hilang di Kelurahan Toronipa.

Laporannya, kata Dody, masuk ke Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejati Sultra, lalu dilakukan mediasi oleh jaksa pengacara negara.
“Dari situ ditemukan ada indikasi perbuatan melawan hukum. Kasusnya dialihkan ke Pidana Khusus (Pidsus) untuk dilakukan penyelidikan,” ujar Dody saat ditemui ruangannya, Senin (22/11).
Sebelumnya, Kepala Kejati Sultra Sarjono Turin telah mengeluarkan Surat Perintah Penyelidikan Nomor: Print-05/P.3/Fd.1/09/2021 tanggal 01 September 2021.

Dody mengatakan, pihaknya telah memanggil dan memeriksa 30 orang pihak terkait pengalihan aset itu untuk dimintai keterangan.

Namun, Ia enggan membeberkan siapa saja pihak yang telah diperiksa.
“Yang pasti pihak-pihak yang berkompeten yang bisa menjelaskan terkait pengadaan dan pengalihan tanah dan bangunan,” ujar Dody.

Dalam waktu dekat, lanjut Dody, status kasus ini akan dinaikkan dari penyelidikan ke penyidikan.
“Penyidik tengah mempersiapkan berkas untuk menaikkan status hukum ke penyidikan,” tutupnya. (cr2/iis)

Facebook Comments Box