Sempat Mangkir,Tersangka Kasus Bank Sultra Janji Penuhi Panggilan Penyidik Tipikot

107

KENDARI, BKK- Tersangka kasus penyelewengan dana kas Bank Sulawesi Tenggara (Sultra) Cabang Konawe Kepulauan (Konkep) inisial IJP bakal memenuhi panggilan penyidik Kepolisian Daerah (Polda) Sultra, Rabu (6/10) besok.

Mantan Kepala Cabang Pembantu (Kacab) Konkep ini bakal diperiksa sebagai tersangka dalam kasus yang merugikan negara sekitar Rp9, 5 miliar tersebut.

“Penyidik sudah dapat konfirmasi dari lawyernya, Rabu (6/10) ini, yang bersangkutan (IJP, red) mau hadir (memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai tersangka), ” terang Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat (Kasubbidpenmas) Komisaris Polisi (Kompol) Dolfi Kumaseh melalui sambungan telpon, Senin (4/10).

#Mangkir Panggilan Penyidik

Tersangka IJP terhitung satu kali mangkir dari panggilan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sultra.

Diketahui mantan Kepala Cabang Bank Sultra Konkep berinisial IJP manggkir dari panggilan pemeriksaan sebagai tersangka karena hasil pemeriksaan laboratorium pemeriksaan reverse-transcriptase polymerase chain reaction (RT-PCR) positif.

“Kita sudah mendapat konfirmasi dari lawyernya. Yang bersangkutan (IJP,red) berada di Jakarta, saat akan berangkat melalui bandara, hasil tes PCR-nya positif sehingga ditunda (keberangkatannya),”terang Kepala Subbidang Penerangan Masyarakat (Kasubbidpenmas) Polda Sultra Komisaris Polisi (Kompol) Dolfi Kumaseh saat ditemui di ruangannya, Jumat (24/9).

Setelah mendapat konfirmasi tersebut, Dolfi mengatakan pihaknya akan menunggu selama 14 hari masa karantina untuk melakukan pemanggilan lagi.

Hasil pemeriksaan tes laboratorium tersangka dikeluarkan pada tanggal 12 September lalu.

#Polda Tetapkan Satu Orang Tersangka

Dugaan penyelewengan anggaran kas operasional di Bank Sultra Cabang Konkep dilaporkan mencapai Rp9,5 miliar, terjadi sejak 2018 hingga 2020.

Penyelidikan kasus oleh Ditreskrimsus Polda Sultra dimulai Maret 2021.

Dari hasil gelar perkara, mantan Kacab Bank Sultra Kabupaten Konkep berinisial IJP ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam kasus ini, penyidik memeriksa setidaknya 21 orang saksi, di antaranya Wakil Bupati Konkep Andi Muhammad Lutfi, 7 kepala desa, 9 satuan kerja perangkat daerah (SKPD), dan 4 karyawan Bank Sultra Cabang Konkep.

Selama proses penyidikan, Polda memanggil 5 saksi tambahan yakni 2 perusahaan yang berada di Jakarta, 2 pejabat Bank Sultra pusat Kendari, serta seorang saksi dari Bank Sultra Cabang Konkep.

Diketahui beberapa pihak telah melakukan pengembalian uang salah satunya  Wakil Bupati Konkep Andi Muhammad Lutfi sebesar Rp130 juta.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Sultra Komisaris Besar Polisi (Kombespol) Ferry Walintukan menuturkan, modus kasus tersebut menggunakan slip setoran palsu, dananya mengalir ke pihak ketiga, yakni perusahaan investasi, istri pejabat (Bank Sultra), dan kepala desa (kades)

“Kerugian masih sesuai laporan yakni Rp9,6 miliar,” ungkap Ferry.

Pihak Bank Sultra mengeluarkan rilis soal penyelewengan dana kas operasional tersebut setelah kasus ini mencuat.

Dalam rilis yang diterima wartawan koran ini, pengungkapan kasus ini dilakukan setelah Abdul Latif didefinitifkan menjadi direktur utama (dirut) di bank milik pemerintah daerah tersebut, Jumat (26/3).

Dugaan tindak pidana fraud diduga dilakukan Kepala Cabang Pembantu Bank Sultra di salah satu kabupaten pemekaran berinisial IJP.

Pihak Direksi Bank Sultra kemudian melakukan tindakan penggantian pimpinan kantor, dan menarik IJP di kantor pusat untuk investigasi mendalam. (cr2)

Facebook Comments Box