KPU Minta Parpol Mulai Persiapkan Pendaftaran Peserta Pemilu 2024

29
La Ode Abdul Natsir.

KENDARI, BKK- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Tenggara (Sultra) meminta seluruh partai politik (parpol) calon peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang untuk mulai menyiapkan hal-hal yang berkaitan dengan calon peserta pemilu.

Ketua KPU Sultra La Ode Abdul Natsir mengatakan, Selasa (12/10), persiapan dini oleh parpol untuk menindaklanjuti Putusan MK Nomor: 55/PUU-/XVIII/2020 menyatakan bahwa parpol yang telah lulus verifikasi Pemilu 2019 dan lolos memenuhi ketentuan parliamentary threshold  cukup diverifikasi secara administrasi tetapi tidak diverifikasi secara faktual.

Sedangkan parpol yang tidak lulus atau tidak memenuhi parliamentary threshold, sambung dia, diharuskan melakukan verifikasi administrasi dan juga faktual, hal tersebut sama dengan ketentuan yang berlaku terhadap parpol baru.

“Bahwa sebelum melakukan kegiatan verifikasi parpol tersebut ada beberapa hal yang harus disampaikan kepada parpol yang tertuang dalam pokok-pokok kebijakan KPU tentang verifikasi faktual. Sehingga, diharapkan calon peserta Pemilu 2024 disiapkan sedini mungkin,” ujar Natsir melalui keterangan tertulisnya.

Koordinator Divisi (Kordiv) Hukum dan Pengawasan KPU Sultra Ade Suerani mengharapkan, agar parpol setiap pertemuan berikutnya bisa menghadirkan pengurus parpol yang berasal dari perempuan, sebagai bentuk keterwakilan perempuan ada pada parpol.

Koordinator Divisi (Kordiv) Teknis KPU Sultra Iwan Rompo memproyeksi, waktu tahapan teknis 2024 akan dimulai pada tahap pendaftaran, verifikasi, dan penetapan parpol peserta pemilu  pada April 2022-Desember 2022.

Kemudian, pengusulan daerah pemilihan dan alokasi kursi  pada Oktober 2022-Desember 2022. Lalu, pencalonan legislatif DPD pada Desember 2022-Juli 2023, DPR/DPRD Mei 2023-Juli 2023.

Menurut dia, putusan MK Nomor: 55/PUU-/XVIII/2020 menyatakan bahwa dari 16 parpol 2019, terdapat 9 Parpol yang dinyatakan lulus verifikasi atau memenuhi parliamentary threshold dan terdapat 7 parpol yang dinyatakan tidak lulus. (cr1/iis)

Facebook Comments Box