Cinta Terlarang Paman dan Keponakan di Kolaka Berakhir Tragis

270
Para tersangka saat digelandang ke Sel Tahanan Mapolres Kolaka.

KOLAKA, BKK- Hubungan Asmara yang dilakoni lelaki berinisial AK (39) dan Keponakannya, A selama beberapa tahun belakangan harus terpisahkan maut. Selain berstatus sebagai paman dan keponakan, A juga merupakan anak asuh dari AK.

Keduanya diam-diam menjalin hubungan asmara, Namun pada akhirnya diketahui keluarga. Mereka marah karena hubungan gelap keduanya dapat mecoreng nama baik keluarga.

Dari sinilah muncul niat jahat keluarga yang masing-masing berinisial H, R, dan S untuk menghabisi nyawa AK.

Kapolres Kolaka Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Saiful Mustofa mengurai, peristiwa tragis tersebut bermula pada hari Kamis (7/10) malam. Kala itu, AK datang ke Desa Sumber Jaya menghadiri acara keluarga.

Ketiga tersangka, H, R, dan S menyusun siasat jahat. Sepulang dari pesta, AK dikejar dan terjadilah pengeroyorokan.

“Kejadian dilatarbelakangi adanya hubungan antara korban dengan A yang merupakan keponakan korban sendiri, yang dimana si A ini pernah diasuh korban dari kecil. Hubungan yang terjadi antara korban dengan keponakannya sendiri ini dianggap telah membuat malu keluarga, termasuk para tersangka,” terang Saiful, Sabtu (16/10)

Dibeberkan, AK sebenarnya sudah pergi meninggalkan desanya karena malu diketahui hubungannya dengan A.

Saiful mengungkapkan, dari penangkapan tiga tersangka, polisi mengamankan beberapa barang bukti yang digunakan menghabisi nyawa korban. Di antaranya, 1 badik dan 3 parang.

Lebih lanjut perwira polisi dengan tiga melati di pundak ini mengatakan, para tersangka dijerat dengan psal berbeda.

Terhadap R dijerat Pasal 340 subsider Pasal 338 jo Pasal 56 ayat (1) dan (2) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Sementara S dan H dijerat Pasal 340 subsider Pasal 338 jo Pasal 170 ayat (2) dan (3) dan atau atau Pasal 2 ayat (1) UU Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup. (cr5/man)

Facebook Comments Box