Butur Zero Kasus Covid-19, Satgas Provinsi Sultra Tetap Anjurkan Patuhi Prokes

61
Wakil Ketua Satgas Covid-19 Provinsi Sultra Lukman Abunawas (tengah) didampingi Bupati Butur, Muh Ridwan Zakariah (kiri) saat konferensi pers di Media Center Satgas Butur.

BURANGA, BKK- Tim Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid-19 Sulawesi Tenggara (Sultra), melakukan kunjungan kerja (Kunker) di Kabupaten Buton Utara (Butur), Sabtu (2/10). Rombongan tim tersebut dipimpin langsung Wakil Gubernur Sultra, Lukman Abunawas. Kunker ini dalam rangka melakukan peninjauan, sosialiasi, dan edukasi penanganan Covid-19 di daerah paling utara Pulau Buton ini.

Lukman Abunawas mengatakan, kondisi daerah di Butur saat ini sudah masuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Level 1. “Artinya aktivitas masyarakat baik untuk kegiatan perdagangan di pasar-pasar termasuk pesta dan sebagainya sudah diperbolehkan,” kata Lukman.

Lukman yang juga sebagai Wakil Ketua Satgas Covid-19 Sultra ini menerangkan, dalam rangka penanganan Covid-19, mengajak kepada semua pihak untuk tetap mengacu pada Protokol Kesehatan (Prokes).

Dijelaskannya, Prokes Covid-19 yang pertama ialah dengan menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak untuk menekan angka penyebaran Covid-19.

Pada tahap pemberlakukan PPKM Level 1 di Butur, menurutnya sangat jelas bahwa kondisi masyarakat Butur yang terkait dengan imunitas secara individual dari masyarakatnya cukup tinggi.

“Ini terbukti dengan angka yang sakit termasuk perawatan di Rumah Sakit dan tempat isolasi mandiri. Tadi kita sudah cek secara langsung di tempat isolasi mandiri sudah zero, kemudian juga angka yang terpapar dan terdampak pandemi Covid-19 di Rumah Sakit sudah zero,” tuturnya.

Dengan zeronya kasus itu, tutur politisi PDIP ini, menandakan bahwa penyebaran pandemi Covid-19 di Butur sudah dapat teratasi, karena betul-betul tetap menjaga Prokes dan memberlakun PPKM.

Hal paling penting, tambah dia ialah vaksinasi. Vaksinasi ialah upaya pemerintah untuk dilaksanakan di masyarakat supaya imunitas tubuh manusia kuat, sehingga Covid-19 tidak mudah masuk kedalam tubuh manusia. “Kalau vaksinasi sudah menyeluruh akan terbentuk herd immunity atau kekebalan masyarakat, sehingga penularan Covid-19 dapat teratasi,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Satgas Covid-19 Butur, Muh Ridwan Zakariah menguraikam, dua indikator Covid-19 di Butur, yang pertama masalah yang terpapar Covid-19 yang sudah kosong dan presentase Covid-19. Jadi hubungan garis lurus antara tidak terpaparnya dengan vaksinasi.

“Kedua hal ini harus terus dipacu dengan melalui edukasi kepada masyarakat, tokoh masyarakat, toko hadat, tokoh lembaga. Jangan terlena dengan angka-angka yang terkabar itu kosong, sebab Itu bukan jaminan bahwa kedepan tidak ada lagi yang terpapar Covid-19,” tegasnya.

Rombongan Satgas Sultra Bersama Satgas Covid-19 Butur, meninjau aktivitas di sejumlah pasar, yakni di Pasar Wandaka dan Pasar Central Minaminanga di Kecamatan Kulisusu. (dar)

Facebook Comments Box