Simpan 1 Kg Sabu-Sabu, Seorang Nelayan di Kolaka Dibekuk BNPP

38
Tersangka NR (tengah) Diamankan di BNPP Sultra. (FOTO:SUHARDIMAN/BKK)

KENDARI, BKK- Seorang nelayan asal Kabupaten Kolaka dengan 1 kilogram (kg) sabu-sabu ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (21/9).

Adalah NR alias ditangkap di rumahnya bilangan Jalan Abadi Kelurahan Kolakasi Kecamatan Latambaga Kabupaten Kolaka sekitar pukul 07.00 Wita.

Kepala BNNP Sultra Brigadir Jenderal Polisi (Brigjenpol) Sabaruddin Ginting menuturkan penangkapan berawal dari laporan masyarakat terkait adanya transaksi narkoba di wilayah Kelurahan Kolakasi Kabupaten Kolaka.

Dari laporan itu, sambung dia, petugas melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka.

“Tersangka kita tangkap di dalam rumahnya. Saat dilakukan penggrebekan di rumah yang bersangkutan ditemukan 20 saset sabu-sabu seberat 1 kilogram disimpan di lemari kamar, ” ujar Sabaruddin saat ditemui di Kantor BNNP Sultra.

Sabaruddin mengatakan dari hasil penyelidikan, tersangka merupakan kurir pengedar sabu-sabu jaringan Kendari-Kolaka.

Disebutkan, modus jaringan tersangka ini menerima dan mengedarkan sabu-sabu dengan sistem tempel yang dikendalikan oleh seorang laki-laki berinisial KU.

Selain barang bukti sabu-sabu, petugas BNNP Sultra juga mengamankan 1 unit hanphone milik tersangka.

“Menurut pengakuan tersangka, dia baru mengedarkan sabu-sabu. Paketnya diterima dari seseorang berinisal KU yang saat ini masih dalam pengembangan, ” terang Sabaruddin.

Lanjut Sabaruddin, selain mengedarkan sabu-sabu, tersangka merupakan pengguna sabu-sabu dari hasil tes urine positif mengandung metaphetamin.

Tersangka NR yang sempat diwawancarai awak media mengatakan dirinya disuruh seseorang untuk menyimpan sabu-sabu itu. Dia menunggu arahan orang itu mengedarkan barang haram tersebut.

“Baru pertama kali (terima sabu-sabu). Ada yang suruh (edarkan),”ujar tersangka NR.

Saat ditanya alasan mengedarkan sabu-sabu tersebut, tersangka hanya terdiam.

Akibat perbuatannya tersangka dijerat Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 junto Pasal 127 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, ancaman hukuman penjara seumur hidup. (cr2)

Facebook Comments Box