Polda: Kasus Bom Ikan Dominan Terjadi di Bombana

115

KENDARI, BKK– Sepanjang Januari hingga September 2021, Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) menangani 6 kasus penyalahgunaan bom ikan.

Kepala Subdirektorat Penegakkan Hukum (Subditgakkum) Ditpolairud Polda Sultra Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ruly Indra Wijayanto SIK menuturkan, dari 6 kasus tersebut pihaknya menangkap 6 orang tersangka dengan barang bukti 200 lebih detonator dan 60 karung bahan baku pembuat bom ikan.

Wilayah tempat kejadian kasus bom ikan yang ditangani dominan terjadi di wilayah Kabupaten Bombana.

“Sampai saat ini upaya penyelidikan terkait kasus penggunaan bom ikan terus kami lakukan. Kami akan senang sekali jika mendapat informasi, karena itu merupakan tindak pidana kelautan, dapat merusak ekosistem yang ada di laut,” ujar Ruly melalui media perpesanan, Kamis (16/9).

Jika dibandingkan 2021, kasus bom ikan yang ditangani Polairud Polda Sultra mengalami peningkatan.  Di tahun sebelumnya, ada 5 kasus yang ditangani terkait penyalahgunaan bom ikan ini.

“Para pelaku pengguna bom ikan ini kami jerat dengan Undang-Undang Darurat, Pasal 1 ayat 1 ancaman hukumannya itu pidana 20 tahun atau seumur hidup,” sebutnya. (cr2/iis)

Facebook Comments Box