Polda Dalami Tersangka Lain Kasus Penggandaan Uang Modus Ritual Gaib

61

KENDARI, BKK- Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan pengembangan kasus penipuan dengan modus penggandaan uang dengan ritual gaib.

Kepala Subbidang Penerangan Masyarakat (Kasubbidpenmas) Polda Sultra Komisari Polisi (Kompol) Dolfi Kumaseh menuturkan, penyidik telah memeriksa 8 orang saksi dari 14 korban.

“Saat ini penyidik masih melakukan pengembangan, jika ada tersangka lain akan kami informasikan,” terang Dolfi saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (15/9).

Diberitakan, Polda menangkap seorang laki-laki pelaku penipuan dengan modus penggandaan uang dengan ritual gaib.

Tersangka berinisial S (50) ditangkap di rumahnya di Desa Arongo Kecamatan Landono Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Rabu (8/9) dini hari sekitar pukul 01.00 Wita.

Tamatan SD

Terhitung sejak 2016 hingga awal 2021, tersangka yang hanya tamatan sekolah dasar (SD) ini telah menipu belasan korban hingga mereka merugi ratusan juta rupiah.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sultra Ajun Komisari Besar Polisi (AKBP) Bambang Wijanarko membeberkan, modus tersangka melakukan penipuan sejak 2016 ini mengaku kepada korban bahwa yang bersangkutan mampu menggandakan uang dengan ritual gaib.

Untuk melakukan penarikan uang secara gaib ini harus ada ritual, tersangka meminta kepada korbannya menyerahkan uang untuk dibantu biaya ritual.

“Tersangka ini tidak menentukan berapa banyak uang yang harus diserahkan oleh korban. Para korban menyerahkan uang secara bertahap, ada yang jumlahnya hingga Rp5 juta, Rp15 juta, ada juga korban yang disuruh beli kambing untuk disembelih saat ritual,” ujar Bambang saat ditemui di Mapolda Sultra, Kamis (9/9).

Melek Teknologi

Bambang mengatakan, untuk mengelabui korban, tersangka ini meminta salah seorang korbannya untuk mencetak uang palsu pecahan Rp100 ribu sebanyak 2.000 lembar dengan cara di-print.

“Alasannya uang yang dicetak itu dipakai untuk ritual. Di hadapan korban, uang palsu yang cetak itu dibakar di dalam sebuah lubang. Ternyata uangnya tidak dibakar semua masih tersisa 1000 lembar,” terang Bambang.

Lebih lanjut, Bambang mengatakan, uang palsu yang belum dibakar dipakai oleh tersangka untuk mengelabui korban.

Disebutkan, uang palsunya ditumpuk di dalam kardus minuman dan diberikan kepada para korban untuk disimpan di rumahnya, menunggu petunjuk tersangka kapan dibuka.

Jika kardus minuman itu dibuka sebelum ada petunjuk, kata tersangka pada korban uangnya akan palsu, jika sesuai petunjuk uangnya asli.

“Karena sudah terlalu lama, salah satu korban berinisiatif membuka kardus, didalamnya ada pecahan Rp100 ribu tetapi uang palsu. Kemudian korban melapor kejadian itu ke Polda,” ungkap Bambang.

“Rata-rata korban adalah petani, ada juga yang pegawai. Saat ini yang terdata ada 14 orang korban. Namun yang kami periksa baru 8 orang, kerugiannya Rp237 juta. Kemungkinan ada korban lain kita masih melakukan pengembangan,”  tambahnya.

Bambang mengatakan penangkapan berawal dari informasi bahwa telah terjadi penipuan modus praktek penarikan uang secara gaib.

Terinspirasi Dimas Kanjeng

Kasus ini dilaporkan oleh salah satu korban pada Selasa (7/9). Kemudian, Subbit III Jatanras turun ke lokasi melakukan penyelidikan dan menangkap yang bersangkutan.

“Saat dilakukan penggeledahan di sebuah gubuk di tengah sawah (tempat praktek ritual penarikan uang gaib), ditemukan semua barang bukti yang digunakan tersangka untuk ritual,” ujar Bambang.

“Barang bukti yang diamankan uang palsu pecahan Rp100 ribu, sebanyak 1.002 lembar. Dua alat meditasi untuk ritual secara gaib, 3 pelepah pisang untuk dudukan dupa, satu sisir pisang untuk sesajen, dan 1 lembar kain kafan, ” tambahnya.

“Tersangka ini melakukan penipuan terinspirasi dari Dimas Kanjeng yang dilihatnya dari pemberitaan,” tambahnya.

Tersangka yang sehari-hari dikenal sebagai dukun pengobatan alternatif ini melakukan penipuan dengan alasan terdesak masalah ekonomi. Dia memiliki 4 orang istri. (cr2/iis)

Facebook Comments Box