Petugas Jenazah Covid-19 di RSUD Kota Sudah 4 Bulan Tak Terima Honor

44
dr Sukirman (FOTO: MITA/BKK)

KENDARI, BKK – Sejumlah petugas jenazah Covid-19 yang betugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kendari, yang terdiri dari pemulasaran dan pemakaman jenazah akibat pasien Covid-19 yang meninggal dunia mengaku belum menerima honor sejak Juni tahun ini.

Petugas yang dimaksud terdiri 5 orang pemulasaraan dan 8 orang pemakaman jenazah yang sampai hari ini belum menerima honor seperti yang dijanjikan pihak RS.

Salah seorang petugas jenazah yang engan disebutkan namanya, Jumat (24/9) mengatakan jika sudah 4 bulan sejak Juni 2021 lalu hingga akhir September ini honornya belum terbayarkan. Padahal ia dan sejumlah petugas lainya sudah dijanji-janji.

“Yang menangani jenazah Covid-19 di RSUD Kota Kendari berjumlah 13 orang yang terdiri dari 5 orang  pemulasaraan dan 8 orang tim pemakaman. Awalnya honor itu selalu terbayarkan setiap bulannya, tapi nanti masuk bulan Juni 2021 lalu honor kami sama sekali tidak terbayarkan,” ujarnya.

“Saya bersama tim jenazah lainya berharap agar pihak RSUD Kota Kendari segara membayarkan honor tersebut. Karena kami dalam menangani jenazah Covid-19 ini sampai lupa dengan waktu, bahkan tidak pernah istrahat 24 jam kita bekerja,” harapnya.

Menanngapi hal tersebut, Direktur RSUD Kendari dr Sukirman tidak menampik adanya honor tim jenazah Covid-19 belum dibayar. Namun kata dia, pembayaran honor tersebut harus dilakukan oleh Kementrian Kesehatan (Kemenkes) seperti halnya tenaga kesehatan (nakes) lain.

“Bagaiamana mau dibayar, Kemenkes saja belum bayar. Apalagi sekarang klaim BPJS masuk di klaim Covid-19. Jadi karena klaim BPJS nya di klaim Kemenkes berbarti honor tersebut Kemenkes yang bayar,” jelas Sukirman saat dikonfirmasi melalaui sambungan telepon.

Sukirman mengungkapkan, untuk membayar honor tim jenazah termasuk nakes, pihaknya telah mengajukan terkait pembayarana honor tersebut ke pusat. Namun sampai saat ini belum ada balasan.

“Kita sudah ajukan sejak Juni juga, tapi sampai sekarang kita belum mendapat kabar. Intinya yang harus membayar honor itu adalah Kemenkes,” tutup Sukirman. (cr1)

Facebook Comments Box