Meski Berdamai, Polda Tetap Kejar 3 Pelaku Perusakan Wisma

90
Dua perwakilan kelompok berdamai di Mapolres Kendari. (FOTO:IST)

KENDARI, BKK- Dua kelompok yang terlibat bentrok pada Selasa (14/9) sudah berdamai, dimediasi Wakil Wali Kota Kendari Siska Karina, Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Kepolisian Resor (Polres) Kendari. Walau begitu, polisi tetap mencari 3 orang pelaku perusakan wisma yang memicu bentrok pecah.

Situasi Kota Kendari secara umum dan terkhusus di sekitar Kendari Beach pada Rabu (15/9) mulai kondusif.

“Alhamdulillah sudah damai. Iya saling bermaafan. Sudah ada juga video permohonan maaf,” kata Siska Karina, dikonfirmasi melalui media perpesanan, Rabu (15/9).

Mewakili Polda dalam mediasi itu adalah Direktur Intelejen dan Keamanan (Dirrintelkam) Polda Sultra Komisari Besar Polisi (Kombespol) Nanang Rudi Supriatna, ia hadir bersama Kapolres Kendari  Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Didik Erfianto.

Pantau wartawan koran ini, Rabu (15/9) sore, aktivitas kembali seperti semula, polisi sudah tidak ada yang disiagakan dilokasi tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sultra Komisaris Besar Polisi (Kombespol) Bambang Wijanarko ditemui kemarin menuturkan, pihaknya tengah mencari 3 orang pelaku perusakan wisma di sekitar lokasi kejadian.

Disebutkan, perusakan wisma yang dilakukan oleh 3 orang pada malam sebelum bentrok, memicu kesalahanpahaman kelompok yang bertikai.

“Untuk kejadian perusakan, pihak korban pemilik wisma tidak berkenan membuat laporan polisi karena menganggap semua sudah damai. Namun, saya tetap perintahkan Unit Resmob mencari 3 orang dalam rangka klarifikasi peristiwa yang terjadi tempo hari (malam sebelum bentrok), ” terang Bambang melalui media perpesanan, Rabu (15/9).

Soal beberpa oknum yang terlibat bentrok terlihat membawa senjata tajam (sajam), Bambang mengatakan, pihaknya akan mengambil langkah persuasif untuk menindaklanjutinya.

“Sementara masih dilakukan upaya persuasif menindaklanjuti perjanjian para ormas di hadapan Bapak Kapolda di waktu yang lalu, untuk tidak lagi membawa sajam,” ujarnya.

Ada Perempuan di Balik Bentrok

Kota Kendari mencekam sepanjang Selasa (14/9) siang, dipicu 2 kelompok masyarakat.

Keributan ini mulai terjadi sekitar pukul 10.00 Wita, ketika sekelompok orang mendatangi Tempat Pelelangan Ikan (TPI).

Kemudian, keonaran merembet ke seputaran Kendari Beach, sampai-sampai polisi perlu mengalihkan lalu lintas di daerah tersebut. Para pedagang sekitar lokasi memilih menutup kiosnya dari kemungkinan jadi sasaran amuk liar.

Dirreskrimum Bambang Wijanarko saat ditemui di lokasi kejadian menuturkan, bentrok antarkelompok tersebut disebabkan kesalahpahaman.

Bambang membeberkan, pada malam harinya ada 3 orang pria mencari seorang perempuan yang dibawa oleh seorang lelaki, ketiganya datang ke sebuah wisma di sekitar lokasi kejadian.

Kemudian, sambung dia, sempat terjadi perusakan dan kebetulan di dalam wisma itu ada salah satu anggota kelompok yang terlibat dalam pertikaian ini.

“Malam itu sudah diluruskan, tidak ada isu SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan). Hanya kesalahpahaman saja,” ujar Bambang.

Setelah diluruskan pada malam tersebut, lanjut dia, tidak ada kejadian apa-apa.

“Hanya saja, isu berkembang sehingga terjadi bentrok di seputaran Kendari Beach. Saat ini kita mencari tiga orang itu. Kita sudah mengidentifikasi, tidak ada relevansinya secara logika pelakunya (tiga orang ini) bukan berasal dari situ (kelompok berlawanan),” ungkap Bambang. (cr2/iis)

Facebook Comments Box