Masyarakat Pertanyakan Putusan PN Kolaka Terkait Lahan di Pomalaa

54
Massa Aksi saat melakukan unjuk rasa di depan PN Kolaka

KOLAKA, BKK – Masyarakat yang tergabung dalam koalisi kontrol mempertanyakan putusan Pengadilan Negeri (PN) Kolaka terkait lahan di Desa Huko-huko, Kecamatan Pomala.

Pasalnya, putusan bernomor 42/pdt.g/2020/PN.Kka sama sekali tidak adil dan tidak berdasarkan fakta pada saat proses persidangan.

Kordinator Lapangan (Korlap), Mardin menilai putusan PN Kolaka tidak sesuai fakta di lapangan. Sebab, kata dia, tanah berukuran 10 hektar yang digugat Mitran Rande menggunakan surat keterangan tanah (SKT) tahun 1974. Sementara, warga yang berkebun dan membuka lahan di tempat tersebut menggunakan SKT tahun 1982.

Olehnya itu, pihaknya mempertanyakan apa yang menjadi alasan PN Kolaka mengabulkan gugatan penggugat terhadap tergugat yang mana dalam hal ini tergugat diantaranya yakni PT. SJS, PT. AMM dan Perusda

“Kami meminta tim layoutnya memberikan kami kepastian. Kok bisa tanahnya 10 hektar tapi putusannya 18 hektar. 8 hektarnya darimana,” teriaknya.

Selain itu, dirinya juga menilai jika putusan PN Kolaka sepihak dan tak adil. Pasalnya, kata dia, dalam putusan tersebut tidak menghadirkan keterangan saksi ahli ditambah lagi tandatangan dan stempel di SKT penggugat diduga palsu.

“Kami duga stempel dan tandatangan SKT itu palsu sebab kepala Desa Huko-Huko pada saat itu namanya Muhammad Yusuf bukan Muh. Yusufi sementara yang dimenangkan itu yusufi,” kesalnya.

Menanggapi hal tersebut, Humas PN Kolaka, Ignatius Yulyanto Ariwibowo mengaku tak bisa berkomentar banyak persoalan sengketa lahan tersebut. Sebab, bukan menjadi otoritasnya.

Meski demikian, sambung dia, tergugat masih bisa melakukan upaya hukum apabila putusan tersebut tidak diterima. Terlebih lagi, putusan tersebut belum berkekuatan hukum tetap (inchrat).

“Kasus tentang ada bukti surat SKT yang dijadikan dasar majelis memutus perkara, saya sebagai humas tidak bisa mengomentari putusan. Yang bisa mengomentari itu adalah majelis yang lebih tinggi diatasnya,” ujarnya. (cr5/nan)

Facebook Comments Box