Kota Kendari Butuh Rp1,6 Triliun Pulihkan Ekonomi akibat Pandemi

172
H Sulkarnain. (FOTO: MITA/BKK)

KENDARI, BKK– Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari menargetkan alokasi belanja daerah untuk pemulihan ekonomi akibat pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19) pada 2022 sebesar Rp1,6 triliun. Rencana ini telah mendapat persetujuan seluruh fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Wali Kota Kendari H Sulkarnain menjelaskan, Kamis (16/9), pengalokasian belanja daerah nantinya akan diarahkan untuk dapat memberikan efek yang besar bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di masa pandemi ini.

Ia mencontohkan, belanja daerah nantinya akan menyasar peningkatan sumber daya manusia (SDM) melalui program pelatihan pada masyarakat, peningkatan sarana dan prasarana infrastruktur yang meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Tentu anggaran yang ada kita porsikan juga untuk belanja lainnya, seperti, belanja operasional, belanja modal, hingga penyiapan biaya tak terduga dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 dan mitigasi bencana,” papar Sulkarnain.

Ia berkomitmen akan memanfaatkan potensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2022 demi kondisi ekonomi Kota Kendari yang tak kian memburuk.

Terpisah, Ketua DPRD Subhan mengatakan, pengajuan pemkot telah mendapatkan persetujuan dari seluruh fraksi yang ada, setelah dilakukan pembahasan antara tim badan anggaran (Banggar) dan tim anggaran pemerintah daerah (TAPD).

“Sudah kita sepakati, bahkan raperdanya kita sudah sepakati bersama. Saat ini dokumenya kita serahkan kembali ke Pemkot Kendari untuk dipastikan lagi dan terakhir kita akan paripurnakan. Saya harap dokumennya segera dikembalikan ke DPRD untuk diparipurnakan menjadi perda,” tutup Subhan. (cr1/iis)

Facebook Comments Box