Ditpolairud Selidiki Kasus Kapal Tongkang Tabrak Nelayan Asal Muna

125
Tugboat dan tongkangnya diamankan di Mako Polairud Polda Sultra. (FOTO:SUHARDIMAN/BKK)

KENDARI, BKK- Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyelidiki kasus kapal tongkang (tugboat) menabrak perahu nelayan di Perairan Polewali Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).

Diketahui, peristiwa yang terjadi pada Rabu (8/9) ini, menyebabkan seorang nelayan asal Kelurahan Tampo Kabupaten Muna bernama Tasman Jaya alias La Ula (50) meninggal dunia.

“Dari kejadian tersebut kami sudah mengamankan tongkang serta tugboat (kapal penarik tongkang) yang terlibat kecelakaan laut itu. Kita juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap nahkoda, juru mudi, mualim serta auler,” ujar Kepala Subdirektorat Penegakan Hukum (Subditgakkum) Ditpolairud Polda Sultra Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ruly Indra Wijayanto SIK, Selasa (14/9), saat ditemui di markasnya.

Ruly mengatakan kasus ini masih tahap penyelidikan, pihaknya masih akan memeriksa beberapa saksi untuk mengumpulkan fakta-fakta serta alat bukti.

Disebutkan, saksi yang sudah diperiksa sebanyak 7 orang dan tambahan saksi yang akan diperiksa salah satunya saksi ahli bidang pelayaran.

“Jika sudah cukup alat bukti  kasusnya kita tingkatkan ke proses penyidikan. Saat ini, kami belum bisa putuskan pelanggarannya. Juru mudi masih sementara diamankan,”ungkap Ruly.

Terkait kejadian kapal tugboat menabrak perahu nelayan yang sudah terjadi dua kali dalam kurung waktu 1 tahun ini, lanjut Ruly mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan instansi terkait yang mengatur jalur pelayaran kapal.

Pihaknya, kata dia, akan melakukan penindakan jika ada pelanggaran hukum seperti kejadian kecelakaan laut yang terjadi tersebut.

“Kaitannya masalah kapal melewati perairan ada instansi mengatur jalur itu. Tentunya kita koordinasi untuk menertibkan kapal-kapal yang tidak sesuai jalur melakukan pelanggaran,” pungkasnya. (cr2/iis)

Facebook Comments Box