BI Sebut Inflasi Terkendali di Tengah PPKM Kendari

171
Bimo Epyanto. (FOTO: WATY/BKK)

KENDARI, BKK – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra) menyebutkan, ketersediaan pasokan pangan di Kota Kendari terjaga di tengah adanya penerapan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Kepala Perwakilan BI Sultra Bimo Epyanto menyampaikan, menjaga pasokan pangan merupakan salah satu cara menekan inflasi. BI melakukan penguatan koordinasi dan komunikasi dalam rangka pengendalian inflasi termasuk tindak lanjut hasil Rakornas tim pengendalian inflasi daerah (TPID) 2021.

“Kami juga melakukan pemantauan harga dan pasokan barang secara berkala. Untuk memastikan gejala kenaikan harga di pasar tradisional Kota Kendari,” ungkapnya, Kamis (16/9).

Bimo menuturkan, pihaknya selalu berupaya melakukan percepatan dan perluasan kerjasama perdagangan baik antar kabupaten kota di Sultra maupun dengan provinsi lain. Kemudian memastikan kelancaran distribusi baik darat, laut ataupun udara

“Secara umum, ketersedian pasokan relatif terjaga ditengah PPKM Mikro yang ditetapkan di sejumlah daerah termasuk Kota Kendari. Meskipun demikian, TPID juga tetap waspada dan terus melakukan monitororing terkait potensi gangguan pasokan khususnya komoditas yang didatangkan dari luar Sultra,” ucapnya.

Adapun, komoditi yang didatangkan dari luar Sultra yaitu pasokan telur ayam berasal dari Surabaya, pasokan daging ayam berasal dari Surabaya khususnya wilayah kepulauan, pasokan bawang merah berasal dari Makassar dan Bima yang dikirim melalui Surabaya. Sedangkan, untuk pasokan bawang putih didapatkan dari impor melalui pintu Surabaya dan Makassar serta pasokan gula pasir didapatkan dari Jakarta.

“Kami berupaya agar terus meningkatkan koordinasi TPID untuk menjaga inflasi dikisaran 1 hingga 3%,” cetusnya.

Bimo menambahkan, sinergi TPID yang semakin erat, antara lain dengan implementasi perdagangan antar daerah se-Sulawesi Tenggara dalam rangka mendorong keseimbangan pasokan dan harga.

“Pemberlakuan PPKM dan pembatasan mobilitas antar  daerah tidak berpengaruh signifikan terhadap konsumsi masyarakat secara umum,” tutupnya. (cr4/man)

Facebook Comments Box