Bentrok Antarkelompok Pecah, Polisi Yakinkan Pelaku Pemicu Bukan dari Kubu Tertuduh

165
Bentrok antarkelompok siang kemarin, dipicu aksi penyerangan pada malam harinya, gara-gara cewek. (FOTO:SUHARDIMAN/BKK)

KENDARI, BKK- Kota Kendari mencekam sepanjang siang, kemarin (14/9), dipicu 2 kelompok masyarakat dari entitas berbeda terlibat pertikaian. Pusat pergolakan berada di sekitaran Kendari Beach.

Keributan ini mulai terjadi sekitar pukul 10.00 Wita, ketika sekelompok orang mendatangi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang terletak di Kelurahan Sodoha Kecamatan Kendari Kota Kendari.

Kemudian, kekacauan merembet ke seputaran Kendari Beach, sampai-sampai polisi perlu mengalihkan lalu lintas di daerah tersebut. Para pedagang sekitar lokasi memilih menutup kiosnya dari kemungkinan jadi sasaran amuk liar.

Untuk meredam bentrok, aparat kepolisian disiagakan di daerah itu. Meski ada polisi menengahi, sesekali bentrok terjadi, saling lempar antar kelompok massa, memaksa polisi menembakkan gas air mata untuk meredam situasi.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) Komisaris Besar Polisi (Kombespol) Bambang Wijanarko saat ditemui di lokasi kejadian menuturkan, bentrok antarkelompok tersebut disebabkan kesalahpahaman.

Bambang membeberkan, pada malam harinya ada 3 orang pria mencari seorang perempuan yang dibawa oleh seorang lelaki, ketiganya datang ke sebuah wisma di sekitar lokasi kejadian.

Kemudian, sambung dia, sempat terjadi perusakan dan kebetulan di dalam wisma itu ada salah satu anggota kelompok yang terlibat dalam pertikaian ini.

“Malam itu sudah diluruskan, tidak ada isu SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan). Hanya kesalahpahaman saja,” ujar Bambang.

Setelah diluruskan pada malam tersebut, lanjut dia, tidak ada kejadian apa-apa.

“Hanya saja, isu berkembang sehingga terjadi bentrok di seputaran Kendari Beach. Saat ini kita mencari tiga orang itu. Kita sudah mengidentifikasi, tidak ada relevansinya secara logika pelakunya (tiga orang ini) bukan berasal dari situ (kelompok berlawanan),” ungkap Bambang.

Ia menegaskan, Kepolisian Resor (Polres) Kendari akan mempertemukan perwakilan masing-masing kelompok untuk didamaikan.

Pihaknya, meminta masyarakat untuk tidak terprovokasi. Sampai berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih disiagakan di lokasi bentrok. (cr2/iis)

Facebook Comments Box