Bareskrim Polri Sita Puluhan Alat Berat di Kolut

892
Puluhan alat berat yang di pasangi garis polisi dari Tim Bareskrim Polri. (foto: Mansiral/BKK)

LASUSUA, BKK – Badan Resesre Kriminal (Bareskrim) Polri menyita puluhan alat berat yang digunakan perusahaan pertambangan di Desa Latowu, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut).

Puluhan alat berat jenis excavator dan puluhan mobil dum truk sedang melakukan kegiatan penambangan ilegal dilahan koridor ex PT Pandu Citra Mulia di tanjung berlian Desa Latowu Kecamatan Batu Putih di Jetty PT Kurnia Teknik Jayatama (KTJ).

PT KTJ sendiri merupakan pemilik ijin usaha pertambangan batu cron yang ada di tanjung berlian.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Kolut, Iptu Alamasya Nugraha mengatakan adanya kegiatan dari Bareskrim Polri di Kecamatan Batu Putih terkait dengan aktivitas pertambangan.

“Ia ada giat dari Bareskrim Polri di Batu Putih. Tapi untuk giat ini belum ada komfirmasinya masih dalam tahap pemeriksaan,” kata Alamasya, Rabu (8/9).

Akan tetapi, dirinya mengakui sama sekali tidak mengetahui berapa jumlah alat berat yang disita oleh tim Bareskrim Polri.

Sementara itu, Sekertaris Umum (Sekum) Komonitas Pemuda Lingkar Demokrasi (Komparsi) Sultra, Afdal mengungkapkan dari data yang diperoleh ada sekitar 25 alat berat jenis excavator yang diamankan dan puluhan mobil Dum Truk.

“Apresiasi atas kinerja Bareskrim Polri, meskipun sempat bocor dengan kedatangan tim ini,” ujar Afdal.

Alat berat lanjut dia, jenis excavator ada sekitar 25 unit, sedangkan mobil dum truk belum pasti berapa jumlahnya. Para pelaku dan supir excavator langsung digiring masuk di Mapolres Kolut untuk dimintai keterangan.

“Tadi malam para pelaku ini tiba di Mapolres. Semoga ada proses hukum lanjutan ada tahap penetapan tersangka sampai pada terpidana. Untuk memberikan epek jera pada para pelaku kejahatan dari sektor tambang ini,” jelas Afdal.

Afdal menambahkan pihaknya mendorong agar kasus ini mendapat perhatian serius dari semua pihak. Sebab kasus-kasus yang lain dari sektor pertambangan di Kolaka Utara sudah cukup banyak. Namun berakhir pada negoisasi dan kordinasi sehingga para pelaku dilepaskan kembali.

“Kasus puluhan alat yang di Police line Dirkrimsus Polda Sultra di Kecamatan Batu Putih dan Bareskrim Polri beberapa waktu lalu di labondala Desa Sulaho Kecamatan Lasusua juga berakhir pada dilepaskannya para pelaku,” tutur Afdal. (ral/nan)

Facebook Comments Box