Air Bersih Masih Jadi Problem di Muna

92
Massa aksi saat melakukan unjuk rasa di Kantor DPRD Muna

RAHA, BKK – Meski beberapa waktu lalu, Bupati Muna, LM Rusman Emba telah meresmikan sistem penyediaan air minum (SPAM) di Kecamatan Kontunaga, akan tetapi sudah tidak mampu mengaliri ke masyarakat.

Akibatnya, puluhan massa aksi yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat (Gema) Kontunaga melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Muna, Rabu (15/9).

Masyarakat menuntut agar persoalan air bersih yang ada di Kecamatan Kontunaga untuk segera dituntaskan.

Koordinator Lapangan (Korlap), Muh Alamsyah mendesak DPRD Muna untuk segera memanggil perusahaan daerah air minum (PDAM) dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DMPD) Muna agar permasalahan air bersih di Kecamatan Kontunaga bisa terselesaikan.

“Anda dipilih dari dapil kami. Harusnya peka dan tampil didepan untuk memperjuangkan agar air bersih mengalir di Kecamatan Kontunaga,” teriaknya.

Alamsyah juga menyoroti masalah reservoar (bak penampung) yang dibangun dengan anggaran Rp24,5 miliar, akan tetapi sama sekali tidak berfungsi bahkan sudah retak retak.

“Air hanya mengalir saat sehari menjelang Pilkada Bupati Muna lalu. Dari mana datangnya air bersih saat itu. Kita curiga bak saat itu diisi air pakai mobil tangki. Kalau bak memang bisa diisi air, kenapa hanya saat mau pilkada mengalir dan sekarang tidak,” kesalnya.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Muna, Irwan menuturkan jika dirinya sangat prihatin kondisi air bersih yang ada di Kontunaga.

“Masalah air bersih ini jadi perdebatan kita dengan TAPD. Karena air bersih ini vital dan kita akan presur terkait penggangarannya. Bukanya hanya di Kontunga, tapi juga SPAM yang ada di Kecamatan Napabalano,” janjinya. (tri/nan)

Facebook Comments Box