1 Korban Kapal Tenggelam di Laut Banda Belum Ditemukan

111
Begini kondisi mereka saat ditemukan, setelah 7 hari terombang-ambing di lautan tanpa makanan dan minuman. (FOTO:IST)

KENDARI, BKK– Nasib Wahyu (30) warga Kabupaten Maros Sulawesi Selatan (Sulsel) yang hilang di Laut Banda setelah kapalnya tenggelam, belum diketahui.

Wahyu adalah salah satu korban kapal tenggelam di Laut Banda pada Selasa (7/9), ketiga rekannya telah dievakuasi saat ditemukan pada Senin (13/9).

Dua di antaranya, Hasanuddin (34) dan Ihsanuddin (43), saat ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sedangkan 1 korban lainnya, Jamaluddin (54), ditemukan masih hidup.

Dari keterangan Jamaluddin, korban yang selamat, rekannya Wahyu masih hidup pada Minggu (12/9) yaitu setelah 5 hari terombang-ambing di lautan.

Wahyu, ungkap Jamaluddin, lompat ke laut dan berenang meninggal rekan-rekannya yang masih bertahan di bodi kapal yang muncul di permukaan laut. Wahyu melakukan itu dengan alasan hendak mencari bantuan.

Namun keesokan harinya, mereka yang bertahan di punggung kapal terbalik ditemukan kapal yang melintas, KM Fajar Mulya 09, pada Senin (13/9) sekitar pukul 18.05 Wita.

Sekarang Wahyu dalam pencarian tim Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kendari.

Pejabat Hubungan Masyarakat (Humas) Basarnas Kendari Wahyudi dikonfirmasi soal ini menuturkan, pihaknya melakukan pemantauan di sekitar lokasi yang dicurigai keberadaan korban.

Untuk mencari korban, lanjut dia, pihaknya telah mengirim pesan navigasi kepada kelompok nelayan, pengawas perikanan, dan setiap kapal yang melintasi tempat yang dicurigai terdapat keberadaan korban.

“Sekarang (kemarin, red) sudah memasuki hari keempat, belum ada informasi, masih nihil, korban belum ditemukan,” terang Wahyudi, melalui telepon genggamnya, Kamis (16/9).

Menurut Wahyudi, mengingat kondisi tempat korban hilang jaraknya jauh sekitar 123 nautical mile ke Laut Banda, menjadi pertimbangan sehingga pihaknya akan melakukan pemantauan.

Pemantauan, sambung dia, dilakukan  melalui pesan navigasi kepada para kapal yang melintasi wilayah tersebut jika melihat keberadaan korban untuk segera dilaporkan.

Selama 7 Hari Hanya Minum Air Laut

Diberitakan, kapal yang ditumpangi 4 warga Maros tenggelam di Laut Banda pada Selasa (7/9).

Dari 4 korban, yang ditemukan selamat adalah Jamaludin (54), setelah 7 hari bertahan hidup di tengah laut.

Menurut Jamaluddin, awalnya pada Minggu (5/9) mereka berangkat dari Batu Atas Kabupaten Buton Selatan (Busel) hendak ke Sorong Papua untuk membeli kopra.

Perahu yang mereka gunakan itu dibeli oleh salah satu rekannya di Batu Atas, dan Jamaluddin dipercaya untuk mengemudikan kapal.

Di perjalanan, lanjut Jamaluddin, pada Selasa (7/9) sekitar pukul 12.00 Wita kapal yang mereka tumpangi dihantam ombak dan kemasukan air di Laut Banda. Posisi perahu kemudian terbalik, nyaris tenggelam, menyisakan atap kapal.

Di atas kapal itu dirinya bersama rekan-rekannya bertahan hidup. Pada Rabu (8/9), Ihsanuddin meninggal dunia dan pada Kamis (9/9) menyusul rekannya, Hasanuddin, meninggal dunia.

“Teman yang meninggal pertama (Ihsanuddin), yaitu malam setelah kejadian. Kalau satunya (Hasanuddin) meninggal karena sudah tidak kuat, saya tuntun dia hingga putus (meninggal),” ujar Jamaluddin.

“Saya ikat dua-duanya di kapal, pikiranku nanti kalau didapat (ditolong, red) mayat mereka tidak hilang,” tambahnya.

Sejak kejadian kapal mereka sudah terbalik, Jamaluddin mengatakan, dengan seutas tali dia mengikat dirinya dengan badan kapal yang masih terapung.

“Tidak ada yang saya makan cuman minum air laut. Saya hanya berdoa bisa kuat dan bertemu anak istri. Alhamdulillah saya selamat,” ujarnya. (cr2/c/iis)

Facebook Comments Box