Penganiaya Sekuriti MUI Kendari Tertangkap Setelah 3 Bulan Buron

157
Ruslin (duduk) saat diamankan Tim Buser Polsek Baruga. (FOTO:IST)

KENDARI, BKK- Tim Buru Sergap (Buser) Kepolisian Sektor (Polsek) Baruga meringkus remaja bernama Ruslin alias Andong (20), tersangka kaus penganiayaan terhadap sekuriti Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Kendari, Merahman (63).

Andong ditangkap di rumah orangtuanya, Desa Laeya Kecamatan Lainea Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Rabu (25/8) sekitar pukul 03.00 Wita.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Baruga Ajun Komisaris Polisi (AKP) I Gusti Komang Sulastra membeberkan, peristiwa penganiayaan terjadi pada 13 Mei 2021.

Kasus ini bermula dari tersangka yang kebetulan kerja bangunan di sekitar rumah korban,  di Bilangan Kecamatan Kadia Kota Kendari, datang untuk meminta uang dan rokok.

Namun, korban tak meberikan yang diminta tersangka. Dari situ keduanya terlibat adu mult hingga terjadi penganiayaan.

“Pelaku biasa nongkrong di sekitar rumah korban. Motif (penganiayaan) salah paham. Pelaku meminta rokok dan uang tapi tidak dikasih, sehingga menganiaya korban, ” terang Gusti saat ditemui di ruangannya, Rabu (25/8).

Disebutkan, tersangka memukul kepala korban menggunakan bambu. Korban pingsan dan sempat dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara.

Setelah kejadian tersebut, kata Gusti, pelaku sempat beberapa kali ditangkap namun memberontak dan berhasil melarikan diri.

“Pelaku melakukan penganiayaan sendiri. Barang bukti dan pelaku kita amankan di Polsek untuk proses lebih lanjut, ” ujar Gusti.

Lebih lanjut Gusti mengatakan, tersangka dijerat dengan Pasal 351 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Penganiayaan,dengan ancaman hukuman 7 tahun 8 penjara. (cr2/man)

Facebook Comments Box