– Mengenal Sosok Kombes Pol La Ode Aries El Fathar yang Kini Menjabat Direktur Narkoba Polda Sulsel; Ingat Selalu Pesan Orang Tua, Dekat dengan Semua Kalangan 

616
Kombes Pol La Ode Aries El Fathar saat
serah terima jabatan, Selasa (10/8).

 

JABATAN Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi  Tenggara diserahterimakan dari Komisaris Besar Polisi La Ode Aries El Fathar, S.IK ke AKBP Bambang Wijarko, S.IK.

La Ode Aries El Fathar dimutasi dengan jabatan baru sebagai Direktur Narkoba Polda Sulawesi Selatan menggantikan Kombes Pol Yani Sudarto, SIK.  Sedangkan AKBP Bambang Wijarko sebelumnya sebagai Kabagbinopsnal Polda Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).

Karolog Polda Sultra berganti dari Kombes Pol Made Sutersen, SH ke pejabat baru Kombes Pol Leo Joko Triwibowo, SIK yang sebelumnya sebagai Kapolresta Pontianak, Polda Kalimantan Barat.

Serah terima jabatan yang berlangsung dalam tatanan protokol kesehatan karena pandemi virus Corona dipimpin Kapolda Sultra Irjen Pol  Drs Yan Sultra Indrajaya, SH, Selasa (10/8).

“Mutasi pejabat lingkup Polri lumrah sebagai ruang promosi karier. Anggota Polri siap mengemban amanah di mana saja dan kapan saja,” kata Kapolda Yan Sultra.

Menilik sosok Kombes Pol La Ode Aries El Fathar yang didapuk menjadi Direktur Narkoba Polda Sulsel dengan karakter  luwes dan harmoni menjadi dambaan semua pihak.

Baginya menjadi anak buah ataupun atasan  tingkat kewilayahan, seperti Kapolsek, Kapolres, hingga Direktur diterima sebagaimana amanah.

“Saya pegang teguh pesan Mancuana (bahasa Wolio, Buton: orang tua, bapak) bahwa nikmati hasil keringatmu. Jangan mengambil hak orang lain. Ini pesan orang tua saya,” kata alumnnus Akpol  1994 ini.

Masyarakat mengenal polisi identik dengan aparat penegak hukum. Menangkap orang (pelanggar hukum), itulah salah satu tugas polisi. Tetapi seiring waktu institusi kepolisian tidak pernah berhenti mereformasi diri sebagai pelayan masyarakat.

Kombes Pol La Ode Aries El Fathar di tengah-tengah mahasiswa.

La Ode Aries yang mengawali karier, korps Bahangkara tahun 1995 di Polres Fakfak, Papua  tidak memiliki impian berlebihan.

“Bagi saya hidup ini biar mengalir seperti air. Apa yang ada di tangan kita itulah yang kita pertanggungjawabkan. Anak buah dan komandan adalah posisi dalam institusi. Sebagai abdi negara sama-sama memiliki tanggung jawab,” ujar putra dari  pasangan La Ode Zainoeddin  dan Tamriah.

Setelah meniti karier mulai dari Papua, Nanggroe Aceh Darussalam, Yogyakarta, Polda Metro Jaya, dan Mabes Polri hingga tahun 2009 mendapat tugas di kampung halaman di Polda Sulawesi Tenggara.

Kala itu La Ode Aries sebagai putra daerah memiliki tanggung jawab moril mencairkan dinamika kalangan mahasiswa dengan peran kepolisian sebagai penegak hukum, pelindung masyarakat, dan pelayan masyatakat.

Pendekatan persuasif dibangun La Ode Aries dengan elemen organisasi kemahasiswaan, antara lain  Universitas Halu Oleo, IAIN Kendari, Universitas Muhammadiyah Kendari, Universitas Sulawesi Tenggara, dan perguruan tinggi lainya di daerah ini.

Dua tahun bertugas pada Direktorat Reserse Polda Sultra kemudian mengemban amanah sebagai Kapolres Kolaka Utara tahun 2011.

Polres pemekaran dari Polres Kolaka yang berbatasan dengan Provinsi Sulawes Selatan  tentu memiliki banyak keterbatasan.

Semangat kerja dan inovasi terus berkobar. Fasilitas kantor daerah otonom yang serba terbatas tidak menjadi hambatan melayani masyarakat yang heterogen.

“Keterbatasan itulah yang menjadi pemicu membuat terobosan agar kantor Polres Kolaka Utara berubah. 80 persen kantor Polres Kolaka Utara yang megah hari ini dibangun dengan sumber pembiayaan  swadaya,” kata suami dari Waode Ndolasi.

Berdasarkan perencanaan anggaran pembangunan Polres Kolaka Utara ditaksir Rp9 miliar bukanlah  dana sedikit.

“Saya tidak boleh serakah. Saya harus ingat pesan Mancuana hidup harus bermanfaat untuk orang lain  dan negara ini. Itulah spirit saya,” kata ayah dari 3 orang anak tersebut.

La Ode Aries El Fathar bersama istri dan anak-anaknya.

Sinergi Berkelanjutan

Secara terpisah Gubernur Sulawesi Tenggara H. Ali Mazi, SH  mengatakan sinergitas jajaran Forkopimda yang  terjalin baik menstimilus kondusivitas daerah dalam menyelenggarakan pembangunan dan sosial kemasyarakatan.

“Sinergitas anggota Forkopimda Sultra yang baik adalah nilai yang tidak terukur.  Harmonisasi anggota Forkopimda dengan segenap elemen masyarakat Sultra wajib dipelihara,” kata Gubernur Ali Mazi pada suatu kesempatan.

Seperti sosok La Ode Aries patut mendapat apresiasi  atas kepiawaian memupuk silaturahmi dengan berbagai kalangan, termasuk di kalangan mahasiswa

“Sedikit orang yang tahu bagaimana langkah-langkah La Ode Aries menyerap aspirasi adik-adik mahasiswa. Sebagai putra daerah memiliki tanggung jawab moril mengeratkan elemen generasi muda intelektual dengan kepolisian,” kata  Ali Mazi.

Wartawan senior Muh. Djufri Rachim mengatakan La Ode Aries El Fathar  dikenal  bijaksana dan hangat, khususnya di kalangan insan pers.

“Pers dan Kepolisian sama-sama mengemban amanah publik pada lini tugas dan tanggung jawab yang berbeda tetapi tidak terpisahkan. Selamat dan sukses La Ode Aries ditempat tugas yang baru sebagai Direktur Narkoba  Polda Sulsel,” kata Djufri Rachim yang juga pimpinan media  Sultrakini.Com. (*)

Facebook Comments Box