Kejati Sultra Tunggu Audit BPKP Terkait Kasus Tambang PT Toshida Indonesia

275
Tersangka Yusmin saat Ditahan oleh Penyidik Kejati Sultra.

KENDARI, BKK- Asisten Intelijen (Asiintel) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) Noer Adi menuturkan tim penyidik masih meneruskan proses penyidikan sambil menunggu audit kerugian negara dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terkait kasus tambang PT Toshida Indonesia.

“Proses perhitungan kerugiannya masih on proses. Tim penyidik masih meneruskan penyidikan sambil menunggu audit dari BPKP, ” terang Noer Adi saat dikonfirmasi lewat WhatsApp terkait perkembang kasus itu, Senin (23/8).

Diberitakan, PT Toshida Indonesia, tambang yang beroperasi di Kabupaten Kolaka memperoleh IUP tahun 2007. Kemudian diberi izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH) oleh Menteri Kehutanan pada 2009.

Sampai 2020, perusahaan ini tidak pernah membayar PNBP (penerimaan negara bukan pajak), sehingga IPPKH-nya dicabut pada 2020.  Akumulasi PNBP yang tidak dibayar berkisar Rp168 miliar.

Setelah IPPKH dicabut, PT Toshida rupanya masih melakukan penjualan dan pengapalan sebanyak 4 kali. Dan anehnya, RKAB (rencana kerja anggaran biaya) mereka masih disetujui Dinas ESDM Sultra yang pada saat itu kepala dinasnya dijabat pelaksana tugas, Buhardiman.

Berdasarkan perhitungan invoice, negara dirugikan Rp75 miliar.

Dalam kasus ini, pihak Kejati Sultra menetapkan 4 orang tersangka, yakni General Meneger PT Tosida Umar, Direktur PT Tosida La Ode Sunirwan Oda dan mantan Kepala Bidang Mineral, Batubara (Kabidminerba) ESDM Sultra Yusmin serta mantan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Buhardiman.

Dalam perjalanannya, 3 tersangka mengajukan praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Kendari yakni Yusmin, Buhardiman dan La Ode Sunirwan Oda.

Permohonan praperadilan La Ode Sunirwan Oda diterima oleh hakim, penetapan tersangkanya tidak sah. Sehingga penyidik Kejati melakukan penyidikan ulang untuk menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka.

Sementara itu, permohonan dua tersangka Yusmin dan Buhardiman ditolak, penetapan tersangka dianggap sah. (cr2)

 

Facebook Comments Box