Kota Kendari Berada di Level 3, PPKM Mikro Diperpanjang 5 Hari

386
H Sulkarnain (FOTO: MITA/BKK)

KENDARI, BKK- Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari resmi memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) per 21 Juli hingga 25 Juli 2021.

Kebijakan itu menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 23 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19.

Wali Kota Kendari H Sulkarnain mengumumkan, Rabu (21/7), setelah dilakukan evaluasi berjalanya PPKM Mikro pada 6-20 Juli 2021, memang pembatasan masih sangat dibutuhkan, mengingat jumlah kasus Covid-19 di Kota Kendari masih cukup banyak, meskipun juga ada sedikit penurunan selama PPKM Mikro.

“Alhamdulillah, setelah kita evaluasi selama PPKM Mikro, untuk wilayah Kota Kendari berjalan cukup baik, karena berdasarkan data itu, sudah mulai melandai. Artinya, jumlah penambahan pasien positif mulai diimbangi dengan jumlah kesembuhan,” katanya.

Sulkarnain menjelaskan, istilah PPKM yang diperpanjang sampai 5 hari ke depan bukan lagi bernama PPKM Mikro diperketat tapi kini bernama PPKM Mikro Level 3 sesuai perubahan nomenklatur dari Presiden.

“Kota Kendari itu masuk PPKM Level 3. Tapi itu tidak berubah dengan PPKM diperketat yang kemarin. Jadi kita tidak berubah level, hanya perubahan nomenklatur. Karena dalam rapat koordinasi dengan presiden kemarin, banyak kepala daerah menyampaikan agar tidak menggunakan istilah darurat, karena masyarakat di ujung timur dan barat Indonesia trauma istilah darurat. Jadi, yang disebut darurat itu setara level 4 di Jawa dan Bali,” jelasnya.

Sementara, terkait pembatasan dalam PPKM Mikro Level 3, Politikus PKS ini mengungkapkan, Bahwa tidak ada perubahan yang signifikan dengan PPKM sebelumnya. Hanya saja, untuk masyarakat yang terkategori UMKM Mikro sedikit diberikan relaksasi.

“Artinya, tim yang mengawasi seperti tim yustisi dalam menjalankan penindakan, harus melakukan pendekatan yang humanis, persuasif. Karena musuh kita adalah Covid-19 bukan masyarakat. Lawan kita adalah virusnya bukan orangnya,” beber Sulkarnain.

Ada pun aturan bagi daerah yang menerapkan PPKM Mikro Level 3 sesuai Inmendagri terdapat 13 aturan.

Pertama, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (sekolah, perguruan tinggi, akademi, tempat pendidikan/pelatihan) dilakukan secara daring/online.

Kedua, pelaksanaan kegiatan di tempat kerja/perkantoran diberlakukan 75% WFH (work from home) dan 25% WFO (work from office) dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Ketiga, pelaksanaan kegiatan pada sektor esensial seperti, kesehatan, bahan pangan, makanan, minuman, energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, perbankan, sistem pembayaran, pasar modal, logistik, perhotelan, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar, utilitas publik, proyek vital nasional dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional serta objek tertentu, tempat yang menyediakan kebutuhan sehari-hari yang berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat (pasar, toko, swalayan dan supermarket) baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mal tetap dapat beroperasi 100% dengan pengaturan jam operasional, kapasitas, dan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Keempat, pelaksanaan kegiatan makan/minum di tempat umum (warung makan, rumah makan, kafe, pedagang kaki lima, lapak jajanan) baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mal diatur sebagai berikut: makan/minum di tempat sebesar 25% dari kapasitas; jam operasional dibatasi sampai dengan pukul 17.00 waktu setempat; Layanan makanan melalui pesan-antar/dibawa pulang tetap diizinkan sampai dengan pukul 20.00 waktu setempat; Restoran yang hanya melayani pesan-antar/dibawa pulang dapat beroperasi selama 24 jam; Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud pada angka 1 sampai dengan angka 4 dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Kelima, pelaksanaan kegiatan pada pusat perbelanjaan/mal/pusat perdagangan dilakukan pembatasan jam operasional sampai dengan Pukul 17.00 waktu setempat serta pembatasan kapasitas pengunjung sebesar 25% dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Keenam, pelaksanaan kegiatan konstruksi (tempat konstruksi dan lokasi proyek) dapat beroperasi 100% dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Ketujuh, tempat ibadah (masjid, musala, gereja, pura dan vihara serta tempat umum lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah tidak mengadakan kegiatan peribadatan/keagamaan berjemaah selama penerapan PPKM level 3 dan lebih mengoptimalkan ibadah di rumah.

Kedelapan, pelaksanaan kegiatan pada area publik (fasilitas umum, taman umum, tempat wisata umum atau area publik lainnya ditutup untuk sementara waktu, sampai dengan wilayah dimaksud dinyatakan berdasarkan penetapan Pemerintah Daerah setempat.

Kesembilan, pelaksanaan kegiatan seni, budaya dan sosial kemasyarakatan (lokasi seni, budaya dan sosial yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan) ditutup untuk sementara waktu, sampai dengan wilayah dimaksud dinyatakan aman berdasarkan penetapan Pemerintah Daerah setempat.

Kesepuluh, kegiatan resepsi pernikahan ditiadakan untuk sementara,

Kesebelas, kegiatan hajatan (kemasyarakatan) paling banyak 25% dari kapasitas dan tidak ada hidangan makanan di tempat,

Keduabelas, pelaksanaan kegiatan rapat, seminar dan pertemuan rapat/ seminar/pertemuan di tempat umum yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan ditutup untuk sementara waktu, sampai dengan wilayah dimaksud dinyatakan aman berdasarkan penetapan Pemerintah Daerah setempat.

Ketigabelas, penggunaan transportasi umum (kendaraan umum, angkutan massal, taksi (konvensional dan online, ojek (pangkalan dan online), dan luring (lokasi dinyatakan aman kendaraan sewa/rental, dapat beroperasi dengan melakukan pengaturan kapasitas, jam operasional dan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat yang pengaturan lebih lanjut diatur oleh pemerintah daerah. (cr1/iis)

Facebook Comments Box