Dikmudora Kendari Batalkan Sekolah Tatap Muka

403
Makmur. (FOTO: MITA/BKK)

KENDARI, BKK – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (​Dikmudora) Kota Kendari resmi menunda pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) yang sebelumnya hendak dijalankan kembali pada semester I tahun ajaran 2021-2022, tepatnya 12 Juli.

Penundaan itu, dalam rangka mematuhi instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Gubernur, Wali Kota , terkait dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro selaras darurat, yang di dalamnya terdapat 11 poin termasuk peniadaan PTM.

Kepala Dikmudora Kendari Makmur, Rabu (7/7) mengatakan, meskipun persiapan Dikmudora dan sekolah sudah 95% untuk melaksanakan PTM, tetapi instruksi menteri dan kepala daerah merupakan solusi untuk keamanan dunia pendidikan dan wajib diikuti.

“Tadi sudah kita rapat dengan teman-teman kepala sekolah. Baik itu jenjang taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP) berkait PPKM Mikro di Poin ke-10 diktum ke-2 itu kita sudah putuskan, bahwa pelaksanaan pembelajaran tatap muka semester I tahun 2021-2022 untuk semua jenjang ditunda,” ujar Makmur.

Makmur mengungkapkan, untuk mengantisipasi batalnya PTM, pihaknya telah menginstruksikan seluruh sekolah baik negeri maupun swasta untuk kembali melakukan secara daring atau virtual seperti yang dilakukan sebelumnya.

“Seluruh guru sudah siap dengan opsi pembelajaran lewat daring yang akan dimulai 12 Juli sesuai dengan kalender akademik. Meskipun daring, kita juga terus mengingat kan kepada kepala sekolah dan guru untuk senantiasa menerapkan prokes ketat.

Lebih lanjut, Makmur menjelaskan, setelah PPKM Mikro Selaras Darurat berakhir pada 20 Juli nanti, pihaknya akan melihat kembali situasi dan perkembangan kasus positif Covid-19 di Kota Kendari. Jika Kendari tidak lagi masuk dalam PPKM Mikro, maka PTM akan disiapkan kembali.

“Kita akan siapkan kembali belajar tatap mukanya kalau kondisi sudah kondusif. Kita hapakan situasi ini segera terkendali, sehingga dunia pendidikan kita bisa kembali normal untuk belajar tatap muka,” harap Makmur.

Diketahui, akibat PPKM Mikro Selaras Darurat, ada 375 sekolah, baik TK, SD, dan SMP di Kota Kendari terpaksa menunda pembelajaran tatap muka demi keamanan siswanya. Rinciannya adalah TK 106, SD 123, dan SMP 46. (cr1/iis)

Facebook Comments Box