Covid-19 Mengamuk di Kolaka

83
H Ahmad Safei

KOLAKA, BKK- Dalam sepekan kasus coronavirus disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Kolaka mengalami lonjakan tertingginya selama 2 tahun terakhir.

Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kolaka mencatat jumlah kasus hingga 25 Juli 2021 sebanyak 1.546 kasus, dan yang meninggal dunia 21 orang.

Dengan peningkatan tersebut kini status wilayah Kabupaten Kolaka dari hijau berubah menjadi orange, dan mendorong Bupati Kolaka H Ahmad Safei rapat bersama forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) yang keputusannya mengharuskan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3.

“Untuk situasi Kolaka saat ini sedang hangat-hangatnya, kalau di struktur itu, disampaikan Pak Presiden, kita berada pada level 3,” terang Ahmad Safei, saat memberikan sambutan di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Wundulako, Selasa (27/7)

“Level 3 dalam ketentuan ini, hampir putus semua kegiatan. Padahal dalam 3 bulan terakhir ini hampir tidak ada kejadian, tiba-tiba nanti di Juli ini baru melonjak,” ujarnya.

Akibatnya, kapasitas beberapa ruangan untuk isolasi pasien Covid-19 mulai padat, misalnya, di tempat isolasi mandiri yang sering digunakan apabila ada pasien positif, di Sentra Industri Kecil Menengah (SIKM), yang berada di jalan bypass, kini hampir penuh dan hanya tersisa 1 dari 25 tempat tidur yang disediakan.

“Jadi kita sudah putuskan untuk menambah ruangan isolasi sebanyak 10 ranjang dengan menggunakan aula SIKIM,” jelasnya.

Berdasarkan data Gugus Tugas Covid-19 Kolaka, saat ini tercatat sekitar 106 pasien yang dirawat di fasilitas kesehatan, yang terbagi menjadi 2 tempat perawatan. Sebanyak 76 orang menempati SIKIM dan 30 orang lainnya menempati Rumah Sakit PT Antam di Pomalaa. (cr5/iis)

Facebook Comments Box