Perpustakaan Daerah Sultra Tetap Buka di Akhir Pekan

355
Ilustrasi pengunjung Perpustakaan Daerah Sultra. (FOTO: AINI/BKK)

Ada strategi yang dilakukan Perpustakaan Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk menambah minat baca masyarakat di Bumi Anoa di tengah pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19). Perpustakaan yang berada di Jalan H Abdul Silondae Nomor 133 Mandonga, Kota Kendari itu membuka pelayanan hingga akhir pekan.

LAPORAN: AL QARATU AINI QURAISIN, KENDARI.

Fungsi pokok perpustakaan sesuai dengan amanat Undang-Undang (UU) Nomor 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan yakni sebagai wahana pendidikan, penelitian, informasi, pelestarian dan rekreasi. Pada akhirnya, bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan dan keberdayaan bangsa.

Sejalan dengan itu, meskipun di tengah masih berlangsungnya pandemi Covid-19, geliat perpustakaan termasuk di bawah naungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sultra tetap terus berlangsung dengan memperhatikan prinsip layanan perpustakaan di masa pandemi.

Kepala Dinas (Kadis) Perpustakaan dan Kearsipan Sultra, Nur Saleh mengatakan, saat sebelum pandemi, pihaknya biasa membuka pelayanan dari Senin-Jumat pukul 08.00 hingga 16.00 Wita. Namun sejak pandemi Covid-19, dimana jumlah pengunjung dibatasi hingga 50% atau sebelumnya maksimal 100 orang menjadi hanya 50 orang saja per-harinya, maka pelayanan diperpanjang hingga akhir pekan dengan durasi waktu pelayanan yang sama dengan hari kerja.

Setiap pengunjung perpustakaan atau pustakawan, kata Nur Saleh, wajib menerapkan protokol kesehatan ketat dengan memakai masker, mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer, dan menjaga jarak.

Termasuk ruang baca yang diatur sedemikian rupa agar ada pembatasan jarak antar pengunjung. Para pengunjung sebelumnya juga mengisi absensi kunjungan pada sistem di komputer yang telah disediakan di ruang masuk perpustakaan.

“Tugas pokok perpustakaan daerah ini adalah bagaimana inovasi dan program yang dilakukan agar orang lebih sadar bahwa membaca buku itu adalah penting. Karena salah satu upaya yang disadari atau tidak, dengan membaca maka akan banyak mendapatkan wawasan dan ilmu pengetahuan. Jadi, pandemi ini tidak menghalangi kita untuk terus mendapatkan ilmu, tetapi dengan tetap mengutamakan dan disiplin protokol kesehatan,” kata Nur Saleh.

Di samping itu, sambung Nur Saleh, sebagai rujukan perpustakaan di 17 kabupaten/kota, pihaknya juga mengakomodasi pelayanan mobil perpustakaan keliling yang telah dimulai pada Ramadan 1442 Hijriah lalu, yakni dengan mengunjungi masjid-masjid yang ada di Kendari dengan sasaran para jemaah dan pengurus masjid.

Perpustakaan daerah Sultra juga kini tengah melakukan inovasi untuk menyediakan layanan baca berbasis aplikasi.

“Karena pandemi Covid-19 ini mendorong kita untuk terus berinovasi. Jadi, sedang diprogramkan untuk kami luncurkan aplikasi e-Sultra yang rencananya akan di-launching bersamaan dengan peresmian gedung baru perpustakaan daerah bertaraf internasional pada akhir Desember,” ujarnya.

Para pustakawan nantinya, dapat mengakses aplikasi e-Sultra setelah sebelumnya login di aplikasi melalui email mereka yang telah teregistrasi sebagai anggota perpustakaan daerah. Nur Saleh mendorong masyarakat untuk menjadi anggota perpustakaan sebelum aplikasi tersebut resmi diluncurkan.

“Sehingga, para pustakawan langsung dapat mengaksesnya secara gratis. Mungkin kita akan atur durasi peminjaman untuk membaca e-book yang mereka butuhkan dalam rentang 4 hari, setelah itu e-book sudah tidak bisa diakses lagi, kecuali dilakukan perpanjangan atau peminjaman ulang,” terangnya.

Nur Saleh menyebut, saat ini Perpustakaan Daerah Sultra memiliki koleksi sebanyak 77.176 judul buku dengan 204.078 eksemplar dengan berbagai disiplin ilmu. Pihaknya juga tengah memprogramkan untuk masuknya buku-buku terbaru di 2022 mendatang. (*)

Facebook Comments Box