Mardamin Beternak Bebek Petelur, Untung hingga Rp9 Juta per Bulan

533
Mardamin pose di kadang bebek petelurnya. (FOTO: FAYSAL/BKK).

Mardamin adalah satu pria yang bangkit di tengah pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19), siapa sangka ia hanya berbekal ilmu dari youtube tentang cara beternak bebek petelur, ia kini mampu meraih keuntungan hingga Rp9 juta per bulan.

LAPORAN: FAYSAL AHMAD, KENDARI   

Kata dia, kebutuhan para konsumen terbilang tinggi untuk telur bebek, bahkan konsumen sampai antre untuk mendapatkannya.

Mardamin mengatakan, usaha yang digagasnya tersebut berawal dari pangaruh pandemi Covid-19. Dirinya yang masih terbilang muda, lalu mencari jalan alternatif sebagai sumber pendapatan. Satu yang ia ketahui, Kota Kendari kebutuhan telur sangat tinggi per harinya.

“Saat ini kita yang susah mencari bibit. Yang sekarang kita ambil ini asalnya dari Surabaya. Kalau Makassar ndak ada. Dan, harga bibit sendiri terbilang mahal sampai di Kendari. Kedua, pakan ini susah juga kita dapatkan kalau kita tidak pintar-pintar,” katanya, saat ditemui wartawan koran ini di lokasi ternaknya, di Desa Lembo Jaya Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), belum lama ini.

Dikatakan, pembesaran bibit bebek petelur bisa menggunakan pakan ayam potong, akan tetapi jika sudah masuk pada proses bertelur ada makanan khususnya yang diberikan.

Nah, di Kota Kendari pakan bebek petelur masih terbilang susah untuk didapatkan, yang mana hanya satu toko saja yang menyiapkannya.

“Jadi, pakan yang kita gunakan itu kualitasnya cukup bagus, dia merek konsentrat 144 produksi Pokphand. Sementara, kendala di lapangan hanya soal penganan saja, di sisi perlakuan. Karena, bebek petelur tahan penyakit. Ini sudah terbukti barusan ketika ada penyakit ayam, dia (bebek) hanya kurang bertelur, tapi fisik masih bertahan atau masih hidup dibandingkan ayam,” jelasnya.

Mardamin bilang, usaha yang digagasnya tersebut dimulai sejak Agustus tahun lalu dengan berbekal tutorial di youtube, cara memelihara bebek petelur.

Menurut dia, jika bagus perlakuan pada bebek petelur maka di usia 5 bulan sudah mulai bertelur. Tapi karena dirinya baru pemula dan belum dapat ilmunya, maka di umur 7 bulan bebek baru bertelur.

“Jadi, itu diambil masih kecilnya, dipesan di Surabaya per box untuk isi 100 ekor sampai di Kendari Rp1,8 juta. Untuk itu, kita berharap kepada pemerintah agar ada produksi bebek petelur unggulan dari Balai Penelitian Ternak (Balitnak). Karena, kita susah dapat akses ke sana,” ucapnya.

Ia juga mengungkapkan, beberapa orang jejaring peternak telah melakukan studi banding di lokasi ternaknya yang terdiri 5 petak tersebut. Kata dia, jejaring tersebut ada di Kota Kendari, Konawe Selatan (Konsel), yang terdiri 3 jejaring.

“Dan saat ini mereka mulai produksinya dengan baik. Kalau segi pemasaran, kita untuk telur bebek petelur tidak susah dan bahkan biar sudah dicuci air masih bisa bertahan di atas satu bulan. Kondisi telur masih normal belum ada perubahan dalam kecerahan telur, kuning telur,  bahkan aromanya belum berubah,” bebernya.

“Dan produksi sekarang ini dalam sehari baru sampai 5 rak setengah dan per rak itu Rp65 ribu harga jualnya, dengan populasi bebek saya 260 ekor. Dalam 10 hari kita mendapatkan di atas Rp3 juta dan dalam sebulan diatas Rp9 juta. Dan ini top produksi sebenarnya, di angka 7 rak sudah toplah, makanya kita akan tingkatkan lagi,” tambah pria dari alumni Fakultas Ekonomi Universitas Halu Oleo (UHO) ini.

Mardamin menyebutkan, untuk perlakuan bebek petelur sendiri untuk makannya hanya pagi dan sore hari. Bahkan ucap dia, telur bebeknya mempunyai keunggulan tersendiri, di mana kuning telurnya tidak kuning pucak melainkan kuning-oranye.

“Karena itu sangat diburu oleh konsumen baik rumah tangga ataupun pembuat telur asin. Sampai peminat telur saya saat ini ada dari penjual martabak dan pengecer di kios-kios. Dan dengan produksi saat ini saya belum bisa menutupi orderan dari konsumen, bahkan kita pernah close orderan dari Selasa sampai Sabtu karena itu sudah penuh. Makanya kita menyiasati untuk permintaan, ribet juga, makanya kita pake sistem antre,” ungkapnya.

Untuk menyiasati permintaan telur dari konsumen, ia bakal memperbanyak jumlah bebek petelur, dan dalam waktu dekat bibitnya akan masuk lagi. Bahkan ia juga saat ini akan mengembangkan itik pedaging, sebab permintaan itik pedaging mulai tinggi di Kota Kendari, khususnya dari tambang dan rumah makan.

“Jadi itu permintaan cukup tinggi. Bayangkan saja untuk tambang per hari itu di atas 30 sampai 40 ekor dan rumah makan untuk satu rumah makan standar permintaan itik pedaging sampai 10 ekor, sehingga kita mulai merambah ke itik pedaging, di samping produksi telur,” paparnya. (*)

Facebook Comments Box