Bangun Smelter, PT Tiran Mineral Sudah Miliki Izin Lengkap

292

KENDARI, BKK – Setelah mekakukan investasi pada beberapa sektor usaha di Sulawesi Tenggara, PT Tiran Indonesia (Tiran Group) kembali berinvestasi besar-besaran.

Melalui anak perusahaannya, yaitu PT Tiran Mineral saat ini sedang membangun smelter nikel atau pabrik pengolahan hasil pertambangan nikel. Pabrik tersebut berlokasi di Desa Waturambaha, Kecamatan Lasolo Kepulauan, Kabupaten Konawe Utara.

“PT Tiran Mineral dalam perencanaan kegiatan membangun smelter ini diawali kegiatan penataan lokasi dengan meratakan gunung yang ada di dalamnya. Bila di dalamnya ada bahan galian atau kandungan mineral yang ditemukan, maka atas perintah Undang-Undang bisa mengambilnya untuk dilakukan penjualan sesuai Izin Usaha Penjualan yang telah diberikan dan PT Tiran berkomitmen membayarkan pajaknya ke negara,” jelas Plt Kepala Dinas Kehutanan Sultra, Ir Sahid, sebagaimana dikutip dalam rilis PT Tiran Group, Minggu (13/6).

Sahid mengungkapkan, berkaitan dengan aktivitas pembanguan smelter tersebut semua legalitas seperti IUP, Izin Industri, IPPKH, IUPKI, dan segala izin lainnya sudah ada dan telah lengkap dipenuhi.

“Kalau masih ada pihak-pihak yang mempersoalkan atas izin dan legalitas lainnya, maka itu sudah masuk kategori pidana karena sama dengan menghalang-halangi proses pembangunan yang sedang berjalan. Bila itu terus-terusan dilakukan, bahkan mengarah kepada tindakan menghasut, maka bisa jadi akibatnya tidak hanya berurusan dengan pihak perusahaan malah nanti juga akan berurusan dengan pihak penegak hukum,” tambahnya.

Pihak manajemen PT Tiran sendiri menyatakan, perusahaannya sungguh-sungguh mau membangun di daerah Sultra. Ditegaskan, menjadi tidak adil kalau ada pihak-pihak yang terus-menerus mempersoalkan aktivitas PT Tiran padahal didukung dengan semua kelengkapan legalitas, sementara ada perusahaan yang tidak jelas lagalitasnya seolah didiamkan saja.

Berdasarkan data yang diperoleh dari manajemen PT Tiran, di Kabupaten Konawe Utara khususnya, PT Tiran telah mempekerjakan 800 orang lebih, mayoritas merupakan masyarakat lokal di sana.

PT Tiran menyatakan siap merekrut ribuan karyawan apabila smelter tersebut sudah berdiri dan beroperasi. “Sehingga bisa menjadi lapangan kerja baru lagi bagi masyarakat lokal kita di sana.”

Karena itu, pihak PT Tiran berharap dukungan dari semua pihak atas pembangunan smelter ini. Sebab tidak sekadar melakukan penambangan, namun Tiran ingin supaya Konawe Utara ini mempunyai smelter sendiri. Untuk itu pihak Tiran dengan segala ikhtiar melalui PT Tiran Mineral bersungguh-sungguh untuk mewujudkannya. (rls)

Facebook Comments Box