Angka Sembuh Covid-19 Tinggi, Angka Vaksinasi Baru Setengah

179
Ilustrasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari patut berbangga, di tengah melonjaknya kasus coronavirus disease 2019 (Covid-19) di sebagian daerah karena dampak dari mudik lebaran, Kota Kendari masih dalam keadaan aman. Bahkan angka kesembuhan terbilang tinggi, di angka 98,52%

LAPORAN: MITA, KENDARI

Berdasarkan data Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Kendari, sebanyak 4.604 orang (98,52%) dari 4.674 terinfeksi Covid-19 per 4 Juni dinyatakan sembuh.

Wali Kota Sulkarnain mengatakan, angka kesembuhan yang ada memang masih terbilang fluktuatif, tapi menjadi suatu pencapaian yang baik di tengah melonjaknya kasus Covid-19 yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia seperti di Kudus.

“Tingginya persentase angka kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Kendari tak lepas dari kerja keras semua pihak, terutama para tenaga kesehatan (nakes) yang fokus dan konsen untuk menyembuhkan pasien yang terpapar wabah yang menyerang sistem pernapasan itu. Peran nakes patut kita apresiasi,” ucap Sulkarnain, Jumat (4/6)

Politikus PKS ini melanjutkan, dengan angka kesembuhan yang tinggi, diharapkan seluruh masyarakat tidak terlena dengan capaian yang ada. Pasalnya, virus corona tidak mengenal tempat, waktu, dan keadaan untuk menyerang siapa saja.

“Selain kita terus ingatkan masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan, kita harapkan juga masyarakat, utamanya lansia, untuk ikuti program vaksinasi yang saat ini masih terus digenjot. Pasalnya, angka vaksinasi terhadap lansia masih rendah jika dibandingkan dengan tingkat vaksinasi tenaga kesehatan dan petugas publik,” bebernya.

Meski kesembuhan tinggi, Pemkot Kendari sepertinya masih harus bekerja keras dalam proses vaksinasi. Pasalnya, sejak program vaksinasi dimulai, tepatnya 14 Januari 2021, data per 5 Juni baru 51,24% dari 60.595 sasaran yang telah divaksin, baik tenaga kesehatan, petugas publik, dan lansia.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) drg Rahminingrum menjelaskan, dari data 51,24%, berarti sudah ada 38.707 dari 60.595 sasaran yang telah divaksin lengkap yaitu vaksin gelombang pertama dan kedua.

Kemudian, Rahminingrum menyebut, suntikan vaksin kepada tenaga kesehatan untuk dosis pertama mencapai 5.201 orang atau mencapai 125,30% dari 4.151 sasaran. Sementara dosis kedua sudah diberikan kepada 4.714 orang atau 113,14% dari sasaran.

“Adapun Petugas suntukan vaksin digelombang pertama mencapai 21.911 orang atau 57,95%dari 37.810 sasaran. Kemudian penyuntikan dosis kedua mencapai 11.501 orang atau 30,42 %dari jumlah sasaran,” beber Rahminingrum

“Bagi kelompok lansia, penyuntikan dosis pertama sudah dilakukan kepada 3.853 orang atau 20,68% dari 18.634 sasaran. Lalu dosis kedua mencapai 3.113 orang atau 16,71% dari sasaran,”tambahnya.

Rahminingrum mengakui, dari data vaksin yang ada, kelompok lansia memang masih terbilang rendah. Sehingga saat ini pihaknya terus menggenjot vaksinasi kepada lansia. Termasuk vaksinasi masal yang terus dilakukan. (*)

Facebook Comments Box