562 CJH Kota Kendari Batal Berangkat, Wali Kota Ikut Prihatin

117
Ilustrasi

Pupus sudah harapan 562 calon jemaah haji asal Kota Kendari untuk menunaikan rukun Islam kelima. Alih-alih akan berangkat tahun ini, terpaksa ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan.

LAPORAN: MITA, KENDARI

Bukan keinginan atau kehendak CJH membatalkan niat suci itu, tapi pemerintah, berdasarkan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 660 Tahun 2021 Tentang Pembatalan Haji Pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1442 H/2021 M.

Hal ini rupanya ikut disorot Wali Kota Kendari H Sulkarnian. Ia meminta 562 CJH Kendari yang batal berangkat tahun ini agar bersabar.

“Kami ikut prihatin atas pembatalan pemberangkatan calon jemaah haji tahun ini. Karena dengan pembatalan tersebut maka berdampak pada daftar tunggu haji saat ini. Apalagi, berdasarkan informasi dari Kemenag daftar tunggu haji sudah mencapai 24 tahun dari sebelumnya hanya 23 tahun,” ujarnya, Rabu (16/6).

Meski begitu, Sulkarnain yakin bahwa kebijakan pemerintah yang membatalkan pemberangkatan jemaah haji tahun ini semata-mata untuk melindungi masyarakat khususnya calon jemaah dari resiko penularan coronavirus disease 2019 (Covid-19).

“Kita tahu sendiri bahwa saat ini Covid-19 masih menjadi kendala di seluruh dunia, termasuk Indonesia, Arab Saudi yang menjadi tujuan haji bagi umat muslim. Mudah-mudahan kondisi tahun depan mulai membaik dan kita bisa melaksanakan ibadah haji,” harap Sulkarnain.

Kepala Kantor Kemenag Kendari H Zainal Mustamin mengungkapkan, hingga diterbitkannya kebijakan pembatalan tersebut pada 3 Juni lalu, jumlah CJH asal Kota Kendari yang batal berangkat berjumlah 562 jemaah, di luar 19 jemaah cadangan yang seluruhnya sudah menyelesaikan BPIH (biaya penyelenggaraan ibadah haji).

Kepala Seksi Perjalanan Haji dan Umrah Kemenag Kendari Marwijid menjelaskan, jika ada calon jemaah yang ingin mengambil dananya karena batal berangkat, bisa dilakukan dengan mengajukan permohonan tertulis.

“Jadi nanti bisa memperlihatkan bukti setoran lunas BPIH yang dikeluarkan oleh bank penerima. Calon jemaah juga wajib memperlihatkan fotokopi tabungan haji, KTP asli, dan melampirkan nomor kontak yang bisa dihubungi. Bagi yang menarik biaya hajinya maka dipastikan tidak terdaftar lagi pada pemberangkatan berikutnya,” kata Marwijid.

Salah seorang CJH, Anas, tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya. Ia menyayangkan peniadaan ibadah haji tahun ini. Menurutnya, ibadah bisa dilakukan asal dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat seperti setiap jemaah wajib memakai masker, dibatasi jumlah jemaahnya dan wajib mengikuti program vaksinasi.

“Kemarin saya dari info dari Kemenag kemungkinan besar bisa berangkat. Saya juga sudah ikut manasik baik secara online maupun secara langsung. Saya juga sudah vaksin. Agak kecewa tapi apa boleh buat ini keputusan pemerintah,” singkatnya.

Diketahui, 562 calon jemaah haji kota Kendari yang batal berangkat tahun ini berasal dari 10 kecamatan yaitu Kecamatan Kendari 21 orang, Kendari Barat 86, Mandonga 90, Puuwatu 35, Kadia 95, Wuawua 57, Baruga 59, Kambu 48, Poasia 60, dan Kecamatan Abeli sebanyak 11 orang. (*)

Facebook Comments Box