Polda Sebut Keributan Antarkelompok di Pasar Wuawua Tidak Dilatari SARA

75
Mobil yang dibakar Senin dini hari di pertigaan kampus UHO. (SUHARDIMAN/BKK)

KENDARI, BKK- Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyebut keributan antarkelompok yang terakumulasi di Pasar Sentral Wuawua Kendari (Dulu: Pasar Baru), buntut kasus pemarangan di Jalan Lumba-Lumba pada Senin (3/5) dini hari, tidak ada kaitannya dengan suku, agama, ras, dan antarkelompok (SARA).

“Informasi yang saya terima karena perebutan lahan parkir. Informasi dari Kapolres, situasi kondusif,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Sultra Komisaris Besar Polisi (Kombespol) Ferry Walintukan, kemarin.

Akibat keributan ini, jalan mulai dari sekitar pertigaan kampus Universitas Halu Oleo (UHO) hingga Pasar Sentral Wuawua sempat mencekam sejak Senin dini hari sampai siang hari.

Kejadian diawali penganiayaan dua orang pemuda, Sukri (22) dan Famir (25), yang dilakukan oleh sekelompok orang.

Keduanya mengalami luka sabetan parang. Sukri di bagian lengan, sedangkan Famir di bagian dada. Keduanya dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Kota Kendari.

Menurut Famir, saat itu dirinya pulang dari eks MTQ Square menuju sekretariat ormas yang bermarkas di Jalan Lumba-Lumba.

Sekitar pukul 00.15 Wita, saat baru masuk di Jalan Lumba-Lumba, ia diadang sekelompok orang dan menebas korban.

“Belum sampai di sekret kita sudah diparangi. Kita tidak tahu apa-apa,” kata Famir, saat ditemui di UGD RS Kota Kendari.

Pasca kejadian tersebut, terjadi kericuhan di sekitar Jalan Lumba-Lumba merembet hingga Pasar Wuawua.

Sekitar pukul 03.30 Wita, salah satu mobil dibakar di pertigaan kampus. Mobil yang sedang terparkir tersebut didorong ke jalan lalu dibakar massa.

Hingga pukul 06.00 Wita, Jalan Mayjen MT Haryono ditutup polisi, aparat bersiaga menghalau kendaraan yang lewat untuk tidak melalui jalan tersebut.

Kondisi sempat normal, tapi sekitar pukul 06.30 Wita puluhan massa kembali keluar dari Jalan Lumba-Lumba, ada yang membawa senjata tajam, menuju ke Pasar Wuawua.

Kerusuhan kembali terjadi di Pasar Wuawua, ketika massa mencari pelaku menebas 2 korban anggota kelompok mereka. Beberapa kendaraan di Pasar Wuawua dibakar, kios-kios ditutup.

Sekitar pukul 09.30 Wita aparat gabungan dari Polda Sultra melakukan penyisiran, masuk merazia oknum yang membawa senjata tajam.

Kondisi sempat berlangsung kondusif, akses jalan dapat dilalui kendaraan. Namun, beberapa saat ormas tadi kembali keluar dan melakukan keributan.

“Yang jelas itu merupakan kriminal murni, tidak ada kaitannya dengan SARA. Sementara dilidik oleh Satreskrim Polres Kendari,” tegas Kabidhumas Polda Sultra Kombespol Ferry Walintukan. (cr2/iis)

Facebook Comments