Kasus Bank Sultra, Polda Panggil 5 Saksi Tambahan

78

KENDARI, BKK- Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi terkait  kasus dugaan penyelewengan Rp9,5 miliar uang kas Bank Sultra Cabang Konawe Kepulauan (Konkep).

Kepala Subbidang Penerangan Masyarakat (Kasubbidpenmas) Polda Sultra Komisaris Polisi (Kompol) Dolfi Kumaseh menuturkan, penyidik melayangkan panggilan terhadap 5 saksi tambahan untuk dimintai keterangan.

“Panggilan dilayangkan kepada dua perusahaan yang berada di Jakarta, dua pejabat Bank Sultra pusat Kendari, serta seorang saksi dari Bank Sultra Cabang Konkep,” ujar Dolfi melalui media perpesanan, Selasa (18/5).

Dolfi mengatakan dalam kasus ini belum ada penetapan tersangka, penyidik masih mengumpulkan alat bukti.

“Untuk saksi (tambahan) minggu depan dipanggil menghadap guna dimintai keterangannya selaku saksi,” ungkap Dolfi.

Dalam kasus ini, penyidik telah memeriksa setidaknya 21 orang saksi, di antaranya Wakil Bupati Konkep Andi Muhammad Lutfi, 7 kepala desa, 9 satuan kerja perangkat daerah (SKPD), dan 4 karyawan Bank Sultra Cabang Konkep.

Diberitakan, dugaan penyelewengan anggaran kas operasional di Bank Sultra Cabang Konkep dilaporkan mencapai Rp9,5 miliar, terjadi sejak 2018 hingga 2020. Penyelidikan kasus oleh Ditreskrimsus Polda Sultra dimulai Maret 2021.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Sultra Komisaris Besar Polisi (Kombespol) Ferry Walintukan menerangkan, kasus tersebut sudah naik ke tahap penyidikan.

“Gelarnya (perkara) dilakukan pada Jumat (16/4) lalu. Penetapan tersangka belum,” ujar Ferry

Lebih jauh, Ferry menerangkan, modus kasus tersebut menggunakan slip setoran palsu, dananya mengalir ke pihak ketiga, yakni perusahaan investasi, istri pejabat (Bank Sultra), dan kepala desa (kades).

“Kerugian masih sesuai laporan yakni Rp9,6 miliar,” ungkap Ferry.

Pihak Bank Sultra mengeluarkan rilis soal penyelewengan dana kas operasional tersebut setelah kasus ini mencuat.

Dalam rilis yang diterima wartawan koran ini, pengungkapan kasus ini dilakukan setelah Abdul Latif didefinitifkan menjadi direktur utama (dirut) di bank milik pemerintah daerah tersebut, Jumat (26/3).

Dugaan tindak pidana fraud diduga dilakukan Kepala Cabang Pembantu Bank Sultra di salah satu kabupaten pemekaran berinisial IJP.

Pihak Direksi Bank Sultra kemudian melakukan tindakan penggantian pimpinan kantor, dan menarik IJP di kantor pusat untuk investigasi mendalam. (cr2/iis)

Facebook Comments