Dewan Minta Pemkot Hati-Hati saat Membuka Sekolah pada Juli Nanti

373
La Ode Rajab Jinik. (FOTO: MITA/BKK)

KENDARI, BKK – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari meminta agar Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, berhati-hati saat membuka sekolah yang rencanaya akan dilaksanakan pada Juli 2021 nanti.

Pembukaan sekolah yang diwacanakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim harus dipikirkan secara baik, agar tidak menimbulkan kekhawatiran masyarakat utamanya orangtua siswa.

Ketua Komisi III DPRD Kendari La Ode Rajab Jinik, Kamis (20/5) mengatakan, sebelum wacana itu benar-benar berlaku, dia menginginkan agar pemkot bisa menjamin kesiapan semua sekolah di Kota Kendari. Baik itu dari sarana prasarana sekolah dan juga protokol kesehatannya.

“Masih ada sekitar satu setengah bulan, saya pikir itu waktu yang cukup untuk mempersiapkan segala sesuatu, jika sekolah benar-benar dibuka Juli nanti. Ini harus dipikirkan bersama demi keselamatan anak didik kita. Yang paling penting adalah protokol kesehatan,” ujar Rajab.

Politikus Golkar ini juga mendesak, pemkot untuk segera merampungkan program vaksinasi kepada guru, sebagai salah satu persiapan pembukaan sekolah Juli mendatang. Apalagi salah satu syarat sekolah dibuka adalah semua guru harus sudah divaksin.

“Kita dukung apa yang menjadi kebijakan pemkot. Karena berbicara Covid-19 ini harus ada kerja sama yang baik antara eksekutif maupun legislatif. Tapi, sebagai pengawas pemerintah hal-hal yang urgent pasti akan kita berikan masukan atau kritikan kalau tidak sesuai,” paparnya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dikmudora) Kota Kendari Makmur mengatakan, bahwa pihaknya sudah mengajukan 4.579 guru baik berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) ataupun kontrak untuk divaksin.

“Vaksin kepada guru sudah dilakukan sejak Maret lalu. Hingga saat ini sudah 2.005 guru sudah divaksin, sementara 2.574 belum divaksin. Mereka merupakan guru tingkat TK, dasar, hingga menengah. Jumlah tersebut baru sekitar 45 persen dari total guru dan pegawai yang diusulkan,” terangnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kendari drg Rahminigrum mencatat sebanyak 24.266 orang dari 60.595 sasaran di Kendari sudah disuntik vaksin Covid-19. Dimana dari jumlah tersebut, vaksinasi kepada petugas publik yang didalamnya sudah dengan guru mencapai 15.037 orang atau 39,77 persen dari 37.810 sasaran dosis 1.

“Lalu penyuntikan dosis kedua mencapai 8.340 orang atau 22,06 persen dari jumlah sasaran. Sehingga berdasarkan data terakhir per 17 Mei 2021 vaksinasi tercarat sudah dilakukan kepada 24.266 orang atau 40,05 persen dari sasaran,” tutup Rahminingrum. (cr1/nir)

Facebook Comments Box