Bupati Busel, Buteng, dan Mubar Akan Bekerja Tanpa Wakil Hingga AMJ

48
Basiran

KENDARI, BKK- Sebanyak 3 bupati bakal bekerja tanpa wakil hingga akhir masa jabatan (AMJ) pada 2022. Demikian Asisten I Sekretariat Provinsi (Setprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) Basiran, Senin (3/5).

Ia menjelaskan, saat ini ada 4 kabupaten di Sultra yang mengalami kekosongan kursi wakil bupati. Tiga di antaranya Kabupaten Buton Selatan (Busel), Buton Tengah (Buteng), dan Muna Barat (Mubar), ketiganya dipastikan tidak akan dilakukan pemilihan wakil bupatinya hingga AMJ periode 2017-2022.

“Sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, bahwasanya, bilamana terjadi kekosongan wakil bupati, itu harus diisi paling lambat 18 bulan sebelum berakhirnya masa jabatan atau AMJ,” ujar Basiran.

Sedangkan masa jabatan pemerintahan Busel, Buteng, dan Mubar tinggal 12 bulan saja atau setahun lamanya.

“Sehingga tidak diperbolehkan lagi untuk melakukan proses pemilihan wakil bupati, karena sudah melewati atau kurang dari 18 bulan. Jadi, mereka jalan sendiri sampai berakhir masa jabatannya,” papar Basiran.

Sementara untuk kekosongan jabatan wakil bupati di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Basiran menjelaskan, secara administrasi manajemen pemerintahan, Gubernur Ali Mazi telah menunjuk Wakil Bupati Koltim Andy Merya Nur sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Koltim.

“Selanjutnya, ketika surat keputusan (SK) pemberhentian bupati sebelumnya keluar, maka akan dilakukan proses pemilihan wakil bupati. Karena diusulkan oleh partai politik (parpol) koalisi, maka partai-partai itulah yang nantinya akan bermusyawarah bermufakat untuk mengusulkan nama dan diproses di DPRD setempat,” jelasnya.

Kursi Wakil Bupati Koltim kosong setelah Wakil Bupati Koltim Andi Merya Nur diangkat Gubernur Ali Mazi menjadi Plt Bupati Koltim, menyusul Bupati Koltim Samsul Bahri Majid meninggal dunia pada Jumat (19/3).

Adapun kursi Wabup Busel kosong karena Mantan Bupati Busel Agus Feisal Hidayat tersandung kasus korupsi hingga digantikan oleh wakilnya, La Ode Arusani, sebagai bupati definitif terhitung 31 Desember 2019.

Kemudian, kursi Wabup Buteng kosong karena Wakil Bupati Buteng La Ntau meninggal dunia pada 4 Agustus 2020. Sejak itu, roda pemerintahan dijalankan Bupati Buteng Samahuddin.

Sementara Mubar kosong setelah ditinggalkan Mantan Bupati Mubar Rajiun Tumada yang mundur karena mencalonkan diri dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Muna 2020. Dan digantikan oleh Wakil Bupati Achmad Lamani yang resmi dilantik sebagai Bupati Mubar oleh Gubernur Ali Mazi pada Senin, 8 Maret 2021. (cr6/iis)

Facebook Comments