Ayah-Anak Mengamuk di Lontang, Satu Tewas, Seorang Tentara Selamat

350

RAHA, BKK- Satu orang tewas dalam perkelahian di lontang–sebutan untuk rumah tempat minum-minuman keras di Kabupaten Muna–yang di dalamnya turut terlibat beberapa orang termasuk seorang tentara berpangkat sersan satu (sertu).

Peristiwa berdarah ini terjadi pada Sabtu (22/5) sekitar pukul 20.30 Wita di Desa Kontunaga Kecamatan Kontunaga Kabupaten Muna. Selain korban tewas, ada mengalami luka tusuk hingga usus terburai serta seorang lagi luka parah.

Pada wartawan koran ini, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Muna Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Debby Asri Nugroho melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Inspektur Polisi satu (Iptu) Hamka saat dikonfirmasi menerangkan, kejadian pembunuhan dan penganiayaan ini diduga dilakukan oleh Hasman alias Ucil Bin La Hadia dan La Hadia bin La Walanda.

Kronologis kejadian, beber dia, bermula sekitar pukul 10.30 Wita, saat itu La Hadia selaku sekuriti di Pasar Laino berangkat menuju ke rumah Wa Gohia di lontang Kameko (miras tradisional Muna), tepatnya di Desa Kontunaga. Tujuan La Hadia kerumah Wa Gohia bermaksud untuk menenggak Kameko bersama suami Wa Gohia.

“Kemudian sekitar pukul 15.00 Wita, La Hadia beranjak menuju ke rumah La Ipang di Laino Kelurahan Laiworu Kecamatan Batalaiworu, Raha. Tiba di sana, La Hadia  memanggil lelaki Aldi untuk pergi minum miras kameko di rumah Wa Gohia. Setiba di rumah Wa Gohia,  La  Hadia melihat sudah ada sekitar 6 orang yang sementara miras Kameko,”tutur kasatreskrim.

Kemudian, lanjut dia, La Hadia dan Aldi langsung bergabung dengan 6 orang yang sedang menenggak Kameko di rumah Wa Gohia itu. La Hadia dan Aldi pun memesan Kameko. Saat asik miras, tiba tiba terjadi kesalah pahaman antara Aldi dan orang yang sedang miras saat itu.

Melihat ada cekcok mulut antara Aldi dengan seorang peminum, La Hadia mencoba mendamaikan keduanya. Namun tiba-tiba datang Sertu Agus Salim, anggota Provost Komando Distrik Militer (Kodim) 1416 Muna langsung menegur La Hadia.

Kemudian terjadilah cekcok mulut antara La Hadia dan Agus Salim berikut sejumlah pemiras di rumah Wa Gohia.

Karena terjadi kesalahpahaman, akhirnya La Hadia bersama Aldi pulang di rumah tempat tinggal La Hadia di Kelurahan Watopute Kecamatan Watopute.

“Saat itu La Hadia menyuruh anaknya yang bernama Hasman alias  Ucil untuk pergi mengambil parang milik La Hadia yang disimpan di rumah kos La Hadia di Lampogu, Jalan Tengiri Kelurahan Raha III Kecamatan Katobu.”

“Sekitar pukul 17.30 Wita, La Hadia bersama anaknya bernama Hasman menuju ke rumah Wa Gohia untuk menemui Sertu Agus  Salim. Setibanya bapak dan anak ini di depan rumah Wa Gohia, La Hadia melihat masih ada Sertu Agus Salim dan beberapa orang lainya di rumah tersebut. Sesaat kemudian, La Hadia mendekati Sertu Agus Salim dan langsung mengayunkan  parang kearah Sertu Agus Salim.”

“Diserang pakai parang, Sertu Agus Salim langsung melukan perlawanan dan saat itu terjadilah saling berebutan parang yang mengakibatkan La Hadia  terjatuh di tanah dan parang La Hadia berhasil dirampas Sertu Agus Salim.”

Masih keterangan kasatreskrim Hamka, pada saat melihat parangnya dirampas, La Hadia  berdiri dan melihat bahwa ada lelaki bernama Kubais (45) sudah terbaring dan terluka.

“Saat itu, La Hadia sempat memegang tangan Kubais. Namun karena sudah banyak orang yang datang melihat kejadian itu, La Hadia langsung kabur dengan sepeda motornya. Sedangkan Hasman alias Ucil  juga ikut melarikan diri. Melihat La.Hadia dan Hasman melarikan diri, Sertu Agus Salim langsung melihat kondisi korban Kubais.”

“Korban mengalami luka tusuk di bawah ketiak kiri. Kemudian korban lainnya yaitu Badaruddin (31) juga mengalami luka tusuk di perut sebelah kiri dengan usus terburai. Sedangkan  korban lainnya bernama Basri (53) mengalami luka robek pada lengan sebelah kiri. Diduga ketiganya korban dari Hasman alias  Ucil,” kata Hamka, Minggu (23/5).

Masih kata dia, tidak lama kemudian ketiga korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raha untuk mendapatkan perawatan.

“Saat tiba di RSUD Raha, dokter menerangkan bahwa korban Kubais dinyatakan sudah meninggal,” terang Hamka.

Karena meninggal dunia, sekitar pukul 22.30 Wita korban Kubais dibawa ke rumah keluarga di Kelurahan Watonea, Raha. Di samping itu, sekitar pukul 23.30 Wita korban Badaruddin dirujuk ke RS Bahteramas Kendari, sedangkan korban Basri pulang ke rumahnya di Jalan Wolter Monginsidi Kecamatan Katobu, Raha untuk lakukan rawat jalan.

“Atas kejadian ini keluarga korban sudah melapor di Polres Muna. Kita sudah lakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Minggu, 22 Mei. Termasuk memeriksa para saksi. Kalau pelaku yaitu La Hadia sudah kita amankan. Sedangkan terduga Hasman masih dalam pengejaran,” pungkas Hamka. (tri/iis)

Facebook Comments Box