Tinggal di Hotel, Jaring Pelanggan dengan Aplikasi MiChat

54
11 Remaja Putri yang Diamankan di Mapolsek Baruga. (FOTO:IST)

KENDARI, BKK- Kepolisian Sektor (Polsek) Baruga mengamankan 11 remaja putri di kamar Hotel Grand DDNS yang terletak di Jalan Budi Utomo Kelurahan Mataiwoi Kecamatan Wuawua Kota Kendari, pada Selasa (6/4) malam.

Mereka masing-masing berinisial TTE (17), ELA (17), AAP (18), DOR (17), Au (17), NWD (20), Ha (20), EF (20), WAS (21), WD (18) dan TJ (19).

Diduga para remaja putri ini, terlibat prostitusi online. Melalui aplikasi MiChat, mereka berkomunikasi dan menunggu pelanggan di kamar hotel.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Baruga Ajun Komisaris Polisi (AKP) Gusti Komang Sulsastra menuturkan, dugaan praktek prostitusi ini terbongkar karena laporan masyarakat.

Dilaporkan, ada sekelompok anak baru gede (ABG) di sebuah hotel bilangan Kelurahan Wuawua Kota Kendari.

Polsek Baruga yang sedang melakukan Operasi Pekat Anoa, melakukan penyelidikan dan mendatangi tempat tersebut.

“Benar saja, setelah sampai di tempat kejadian perkara (TKP) kami mendapati beberapa ABG berada dalam hotel. Kemudian kita amankan, dibawa ke Polsek Baruga,” ujar Gusti saat ditemui di Mapolsek Baruga, Rabu (7/4).

“Mereka berjumlah 11 orang, semuanya perempuan, rata-rata usia antara 16 hingga 19 tahun,” tambahnya.

Gede mengatakan, para remaja ini berada di kamar hotel tersebut ada yang baru 1 hari dan ada yang sudah 1 minggu.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, sambung Gede, para wanita ini menjajakan dirinya, mereka menunggu tamu di kamar hotel.

“Sebagian besar menggunakan aplikasi MiChat dan ada yang diarahkan temannya menunggu tamu. Mereka dibayar mulai dari Rp500 ribu hingga Rp2 juta untuk satu kali kencan,” ungkap Gede.

“Kita tidak mendapat pria yang bersama-sama mereka malam itu. Pria yang mereka layani tidak mereka kenali. Barang bukti yang kami amankan uang transaksi prostitusi online Rp500 dari seorang remaja berinisial DOR,” beber Gede.

Selain memeriksa para remaja tersebut, lanjut Gede, pihaknya juga memeriksa Manager Hotel Grand DDNS.

Disebutkan, pemeriksaan dilakukan untuk mendalami apakah pihak hotel mengetahui kegiatan para remaja putri ini.

“Kami belum bisa memastikan apa ada muncikarinya atau tidak, masih kita dalami. Yang jelas para remaja ini berada di hotel itu berkelompok di 3 kamar berbeda, masing-masing kamar ada yang 5 orang dan 3 orang,” ujar Gede.

Masih kata Gede mengungkapkan, para remaja putri ini masih ada yang berstatus pelajar dan ada yang putus sekolah.

Dibeberkan, uang hasil menjajakan diri, mereka gunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan bersenang-senang.

“Apakah mereka menggunakan narkoba ini belum kami buktikan. Nanti kita akan koordinasi dengan pihak Satresnarkoba Polres Kendari untuk dilakukan pemeriksaan,” pungkasnya.

Lebih lanjut Gede mengatakan, para remaja putri ini sementara diamankan di Mapolsek Baruga untuk proses hukum lebih lanjut. (cr2/iis)

Facebook Comments