Resmi Ditutup, Pemenang Lomba Desa Bakal Wakili Konsel Tingkat Provinsi

21
Suasana rapat di Desa Malaringgi.

ANDOOLO, BKK – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Konawe Selatan (Konsel) resmi menutup lomba desa/kelurahan tingkat kabupaten tahun 2021, Senin (5/7) lalu.

Lomba yang diikuti desa-desa pilihan utusan masing-masing kecamatan dari 25 kecamatan se-Konsel ini dilaksanakan untuk mengevaluasi sekaligus mendorong dan memotivasi seluruh elemen masyarakat agar berpartisipasi dalam kegiatan pembangunan desa.

Kepala DPMD Konsel Sajuddin saat dikonfirmasi menjelaskan, penilaian lomba sesuai ketentuan perundang-undangan, dalam hal ini keputusan Bupati Konsel Nomor 414/124 Tahun 2021 tentang pembentukan tim evaluasi perkembangan dan lomba desa/kelurahan.

“Atas dasar itu kita laksanakan lomba, dan karena wilayah yang luas juga demi mengefektifkan dan efisiensi waktu dan biaya sehingga kita bagi menjadi tiga tim penilai, jadi hanya memakan waktu seminggu semua sudah tuntas. Finish di Desa Laonti,”terangnya.

Dikatakannya, untuk lomba desa di Kecamatan Laonti dikunjungi oleh seluruh tim penilai gabungan OPD, berbeda dengan desa lain yang hanya beberapa orang saja perwakilan masing masing instansi.

Dijelaskannya juga bahwa untuk hasil lomba akan dirapatkan, dengan mengumpulkan seluruh lembar form penilaian masing-masing juri, tentunya terlebih dahulu melaporkan seluruh kegiatan kepada Pj Bupati Konsel. Selanjutnya diputuskan bersama desa/kelurahan mana yang berhak menjadi juara. Pemenang nantinya akan mewakili Konsel ditingkat Provinsi.

“Setelah mengumpulkan semua data di setiap desa/kelurahan, selanjutnya kita rembukkan. Sesuai indikator penilaian yang terbaik pertama akan wakili Kabupaten pada lomba tingkat provinsi,”ungkapnya.

Menurut mantan Kadis Perhubungan Konsel ini, indikator penilaian secara umum meliputi aspek pemerintahan, kemasyarakatan dan kewilayahan. Untuk itu ia berharap melalui penilaian dapat memotivasi masyarakat dan perangkat desanya bersama sama membangun wilayah dengan melibatkan warganya dan disiplin secara administrasi pemerintahan desa.

“Intinya bertujuan untuk mengevaluasi dan menilai perkembangan pembangunan yang berlangsung di desa dan sejauh mana pelibatan dan pemberdayaan masyarakatnya dalam pembangunan tersebut,” tutupnya. (ril/nan)

Facebook Comments