Polisi Dalami Keterlibatan Pemilik Hotel, karena Pernah Sodorkan Pelanggan WNA Cina

115
Para remaja putri sebanyak 11 orang yang diamankan di Polsek Baruga. (FOTO:IST)

KENDARI, BKK- Kepolisian Sektor (Polsek) Baruga mendalami keterlibatan pemilik Hotel Grand DDNS dalam kasus prostitusi online remaja yang terjaring operasi pekat pada Selasa (6/4) malam lalu.

Dari hasil pemeriksaan, pengakuan dua remaja berinisial TTE (17) dan AAP (17) kepada penyidik mengungkapkan bahwa pemilik hotel bernama Andi Resa pernah menawarkan untuk melayani warga negara asing (WNA) asal Cina kepada mereka.

Dengan tarif Rp500 yang diberikan pemilik hotel, remaja berinisial TTE melayani pelanggan yang menginap di hotel itu.

“Benar ada yang mengaku seperti itu. Kita jadikan rujukan. Hanya (saja), untuk menetapkan tersangka kami butuh tambahan alat bukti,” ujar Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) Baruga Ajun Komisaris Polisi (AKP) Gusti Komang Sulastra, Kamis (8/4), melalui sambungan telepon.

Ia mengatakan, pihaknya baru memperoleh satu alat bukti yakni keterangan dari anak-anak itu.

Sambung dia, anak-anak tersebut sudah lupa kapan peristiwa tersebut dan bukti uang transaksinya.

“Jika itu diingat, kita buru bagaimana proses penyerahannya. Intinya, kita masih lidik, kita tunggu petunjuk selanjutnya,” ungkap Gusti antusias.

Selain memeriksa para remaja tersebut, Gusti mengatakan, pihaknya juga telah memeriksa pemilik hotel tersebut.

Dalam keterangannya, kata Gusti, pemilik hotel menyangkal keterangan anak-anak itu.

“Dia (pemilik hotel) menyangkal. (Tapi) kita tidak serta merta mempercayainya. Kita masih terus dalami cari bukti-bukti kuat yang mendukung. Saya berharap ada tersangka, biar ada efek jera,” ujar Gusti.

Lebih jauh, Gusti mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk mengembalikan 11 remaja putri tersebut kepada orangtuanya untuk dibina.

“Tiga orang dikenakan wajib lapor. Kita masih butuh keterangan mereka yang mengarah ke situ, dugaan keterlibatan pemilik hotel,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepolisian Sektor (Polsek) Baruga mengamankan 11 remaja putri di kamar Hotel Grand DDNS yang terletak di Jalan Budi Utomo Kelurahan Mataiwoi Kecamatan Wuawua Kota Kendari, pada Selasa (6/4) malam.

Mereka masing-masing berinisial TTE (17), ELA (17), AAP (18), DOR (17), Au (17), NWD (20), Ha (20), EF (20), WAS (21), WD (18) dan TJ (19).

Diduga para remaja putri ini, terlibat prostitusi online. Melalui aplikasi MiChat, mereka berkomunikasi dan menunggu pelanggan di kamar hotel.

“Sebagian besar menggunakan aplikasi MiChat dan ada yang diarahkan temannya menunggu tamu. Mereka dibayar mulai dari Rp500 ribu hingga Rp2 juta untuk satu kali kencan,” ungkap Kapolsek Baruga. (cr2/iis)

Facebook Comments