Perbendaharaan Sultra Dorong Pengembangan Akselerasi Pemulihan Ekonomi

43
Kegiatan diseminasi kajian fiskal regional di Aula DJPb Sultra. (FOTO:WATY/BKK)

KENDARI, BKK- Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengadakan diseminasi kajian fiskal regional sebagai bentuk akselerasi pemulihan ekonomi.

Kepala Kanwil DjPb Sultra Arif Wibawa mengatakan, Covid-19 memberikan tekanan terhadap perekonomian Sultra. Pasalnya, perekonomian Sultra tahun 2020 terkontraksi, lebih baik secara nasional.

“Pada tahun 2020, pandemi Covid-19 memberikan dampak yang besar bagi perekonomian Sultra,” ujarnya, Selasa (6/4).

Di tengah lesunya ekonomi Sultra masih sangat baik dengan bertumpu pada ekspor produk turunan nikel. Hal menggembirakan lainnya juga meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) Sultra dan menyempitnya tingkat kesenjangan (rasio gini).

“Namun juga penurunan rasio gini merupakan fenomena umum yang terjadi pada saat resesi yang akan meningkat kembali saat kondisi normal sehingga perlu dilakukan langkah antisipasi,” ujarnya.

Arif bilang, pemerintah memiliki peran cukup besar dalam perekonomian yang menyumbang 15,62%  dari PDRB Sultra. Namun angka ini masih lebih kecil dibandingkan keseluruhan peran pemerintah termasuk untuk menjaga daya beli masyarakat dan iklim usaha melalui berbagai program.

“Pemerintah telah melakukan sejumlah langkah untuk menahan laju kontraksi perekonomian melalui program pemulihan ekonomi nasional, dengan realisasi terbesar pada kluster perlindungan sosial,” katanya.

Selain dukungan program PEN, sambung Arif, akselarasi perekonomian Sultra akan bertumpu pada industri pengolahan yang menjadi engine growth  Sultra terutama yang mengolah sumber daya. Kegiatan ekspor Sultra juga merupakan modal bagi bangkitnya perekonomian Sultra.

“Selain itu, untuk sektor pertambangan dan penggalian dan sektor pertanian, kehutanan dan perikanan terutama subsektor perikanan tetap menjadi sektor unggulan Sultra,” tuntas, Arif. (cr4/man)

Facebook Comments