Lebaran Ini, BI Sultra Tiadakan Kas Keliling Penukaran Uang

30

KENDARI, BKK- Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tenggara (Sultra) memproyeksikan kebutuhan uang dalam menghadapi Ramadan dan Idulfitri 2021 sekitar Rp1,6 triliun.

Kepala KPwBI Sultra Bimo Epyanto mengatakan, pihaknya memproyeksi kebutuhan uang di Ramadan ini tidak akan jauh-jauh jika dibandingkan dengan Ramadan tahun lalu.

Bimo menjelaskan, pada 2020 pihaknya memproyeksikan kebutuhan uang masyarakat untuk transaksi selama Ramadan dan Idulfitri sekitar Rp2,1 triliun, namun realisasinya hanya sekitar Rp1,5 triliun.

“Jadi, pada 2021 ini kami turunkan Rp1,6 triliun, karena adanya pandemi Covid-19 yang juga berdampak pada penurunan aktivitas masyarakat, tidak terkecuali pada Ramadan dan Idulfitri,” ungkapnya, Rabu (7/4).

Tetapi, ia melanjutkan, jika dibandingkan dengan Ramadan 2019 atau sebelum pandemi, kebutuhan masyarakat lebih besar sehingga BI menyiapkan stok uang sebesar Rp2,4 triliun.

Selain itu, kata dia, daya beli masyarakat masih menurun dan belum normal seperti biasanya, sehingga diproyeksikan kebutuhan uang juga relatif stabil.

Kas keliling Ditiadakan

Masih kata dia, BI tidak membuka layanan penukaran uang langsung kepada masyarakat. Itu dilakukan karena aturan kantor pusat BI terkait pelaksanaan protokol kesehatan masih berlaku.

“Kami hanya menyalurkannya melalui perbankan, kami tidak melakukan kas keliling lagi seperti tahun-tahun sebelumnya, untuk membuat penukaran uang kecil itu bisa dilakukan di semua bank,” cetusnya.

Bimo menambahkan, BI Sultra berkomitmen untuk tetap menyediakan uang kartal itu dalam jumlah yang cukup.

“Kami proyeksi untuk kebutuhan uang di Sultra sepanjang 2021 sekitar Rp5,3 triliun, atau turun 10,3% dari tahun sebelumnya periode yang sama sekitar Rp5,9 triliun,” tutupnya. (cr4/iis)

Facebook Comments