Kejari Konsel Lengkapi Dokumen Dugaan Pungli Kenaikan Pangkat

29

ANDOOLO, BKK – Kejaksaan Negeri (Kejari) Konawe Selatan (Konsel) tengah melengkapi dokumen dugaan kasus kenaikan pangkat lingkup pemerintah setempat.

Sebelumnya Kejari Konsel sudah melakukan pemeriksaan saksi terhadap 56 orang ASN yang diduga kenaikan pangkatnya tidak melalui prosedur. Dari 56 orang ASN terdapat 53 tenaga pendidik/guru, 2 dari Dinas Kesehatan dan 1 orang penyuluh pertanian.

Kejari Konsel juga telah memeriksa saksi tambahan diantaranya, Mantan Kadis Pendidikan Konsel, Syaifudin, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Chadija, dan beberapa pegawai yang diduga terlibat dalam kasus ini baik dari Dinas Pendidikan maupun dari BKPSDM Konsel.

Dari semua rangkaian pemeriksaan saksi mulai dari pertama hingga akhir, Kejari Konsel setidaknya telah mengantongi tiga aktor utamanya yakni Inisial masing-masing, Ha, Ar, dan D.

Ketua tim penyidik Kejari Konsel, Safri Abd Muin mengatakan, kasus tersebut sudah masuk babak akhir dari pemeriksaan yakni kesimpulan dan gelar perkara. “Sebelum gelar perkara kami (penyidik) masih melengkapai beberapa dokumen terkait dengan pembayaran gaji para guru guru tersebut,” terangnya, Selasa (6/4).

Mantan Kepala Seksi Intelijen (Kasiintel) Kejari Ternate ini menjelaskan dari fakta pemeriksaan bahwa sebagian guru sudah menerima gaji untuk kenaikan pangkat ilegal itu.

Dengan fakta itu, sambung dia, maka penyidik harus meminta seluruh dokumen terkait dengan pencairan gaji tersebut. Sehingga tindak pidana yang disangkakan kepada oknum di BKPSDM menjadi sempurna dalam penyelidikan.

“Saya sudah ke Kantor Dinas Pendidikan, (31/3), untuk mengecek seluruh dokumen 53 ASN guru ini termasuk gaji mereka semenjak SK itu keluar termasuk bukti transferan dan itu sementara dipelajari. Muda mudahan dokumennya cepat rampung dan penetapan tersangkanya kami inginkan sebelum masuk Bulan Puasa,” pungkasnya. (ril/nan)

Facebook Comments