Jaga Marwah Partai, Ketua DPC PKB Konkep Berganti

62
Irawati Umar Tjong

KENDARI, BKK – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Konawe Kepulauan (Konkep) berganti.

Sebelumnya, DPC PKB Konkep dipimpin Imanuddin yang kini digantikan oleh Isman.

Hal itu berdasarkan hasil pleno Musyawarah Cabang (Muscab) yang dilakukan secara serentak di 17 kabupaten/kota se Sultra dan dibuka langsung Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar.

Imanuddin diganti karena tengah menjalani proses hukum yang kini mendekam di dalam sel tahanan Rutan Kelas IIB Unaaha karena terjerat kasus fitnah saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Konkep 9 Desember lalu.

“Berdasarkan pertimbangan dan rangkaian Muscab, maka pak Imanuddin diganti sebagai ketua. Hal ini telah melalui berbagai pertimbangan,” kata Sekretaris DPW PKB Sultra, Irawati Umar Tjong.

Ia menyatakan, sebelum Muscab digelar ada rangkaian yang telah dilalui. Mulai dari Evaluasi struktur berbasis online, sampai pada identifikasi kader juga tokoh potensial untuk di usulkan ke DPW diteruakan ke DPP untuk diverifikasi.

Kemudian, nama-nama tersebut dibahas bersama di Pra-muscab. Forum ini, kata dia, sebagai bagian dari koreksi atas usulan sebelum digelar muscab. “Jadi, di Pra-muscab ini merupakan ruang untuk berdebat jika ada kekeliruan. Tapi ruang itu tidak dimanfaatkan hingga di tahapan muscab,” bebernya.

Ia mengaku, ada pandangan bahwa Imanuddin tetap dipertahankan sebagai Ketua DPC PKB Konkep. Hanya saja, hal itu penuh risiko terhadap kredibilitas dan nama baik partai. Sebab, sebuah hal ironi ketika partai dipimpin oleh kader yang sementara menjalani pidana.

“Agenda Muscab serentak ini telah dijadwalkan secara nasional. Kebetulan, yang bersangkutan sementara menjalani penjara saat muscab digelar. Kita tidak ingin ambil risiko di hadapan publik, makanya ada penyegaran kepengurusan dengan mengganti Ketua sebagaimana atas pandangan pengurus mulai dari DPC, DPW hingga DPP dan pertimbangan aturan partai,” imbuhnya.

Sejauh ini, kata dia, Imanuddin masih tetap berstatus kader di partai besutan Muhaimin Iskandar itu.  Mengenai statusnya sebagai anggota DPRD Konkep, pihaknya masih mempertahankannya sembari menunggu pertimbangan dari DPP.

“Karena rasa kemanusiaan, beliau tetap jadi kader. Kita tetap menganggap yang bersangkutan sebagai saudara sekaligus sahabat. Tapi, kami juga harus menjaga marwah partai sebagai pertanggungjawaban publik. Kan tidak mungkin partai dipimpin oleh kader yang sementara menjalani sanksi hukum yang telah berkekuatan tetap,” tuturnya. (nan)

Facebook Comments