Februari 2021, Nilai Ekspor Sultra Turun 32,36%

28

KENDARI, BKK- Nilai ekspor Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Februari 2021 mengalami penurunan sebesar 32,36% dibanding bulan sebelumnya yaitu USD 206,85 juta menjadi USD 139,93 juta. Sedangkan volumenya tercatat naik 71,10% dibanding Januari 2021 dari 135,38 ribu ton menjadi 231,63 ribu ton.

“Nilai ekspor langsung Sultra pada Februari 2021 mengalami penurunan 29,40% dibanding bulan sebelumnya yaitu dari USD 188,69 juta menjadi USD 133,21 juta. Sedangkan volumenya naik 64,94% dari 128,78 ribu ton pada Januari menjadi 212,42 ribu ton di Februari,” terang Kepala Badan Pusat Statistik Sultra, Agnes Widiastuti, Rabu (7/4).

Dijelaskan, secara kumulatif ekspor Sultra Januari-Februari 2021 tercatat USD 346,78 juta atau naik 28,84% dibanding periode yang sama pada 2020. Sementara volume ekspor kumulatif Januari-Februari 2021 mengalami kenaikkan 73,68% dibanding Januari-Februari 2020, yaitu dari 211,31 ribu ton menjadi 367,01 ribu ton.

“Ekspor Sultra pada Februari ini didominasi komoditas besi dan baja dengan nilai US$138,21 juta; selanjutnya komoditas buah-buahan US$1,26 juta; dan komoditas ikan dan udang US$0,39 juta,” bebernya.

Agnes menyebut, secara kumulatif Januari-Februari, negara tujuan ekspor utama Sultra, yaitu Tiongkok, India, Belanda, Amerika Serikat, dan Vietnam masing-masing dengan nilai US$133,25 juta, US$3,41 juta, US$2,16 juta, US$0,30 juta, dan US$0,37 juta.

“Peranan kelima negara tersebut mencapai 99,75% dari total ekspor Sultra pada periode Januari-Februari,” ucapnya.

Agnes bilang, turunnya ekspor Sultra pada Februari dibanding Januari diikuti turunnya ekspor ke tiga negara tujuan utama yaitu Tiongkok turun senilai USD 55,58 juta atau sebesar 29,43%, India turun senilai USD 3,41 juta atau sebesar 8,63%, dan Belanda turun senilai USD 1,52 juta atau sebesar 41,27%.

Agnes menambahkan, ekspor Sultra pada Februari didominasi oleh sektor industri pengolahan sebesar US$138,59 juta atau 99,05% dan sisanya sektor pertanian US$1,34 juta 0,95%.

“Dari kontribusinya terhadap ekspor Januari-Februari, ekspor produk industri pengolahan berkontribusi sebesar 99,33% dan sisanya 0,67% adalah kontribusi dari ekspor produk pertanian,” tuntasnya. (cr4/man)

Facebook Comments