Fatahillah Membebaskan Sunda Kelapa

40
Ilustrasi

Kendari, BKK- Tanggal 22 Ramadan 933 Hijriah H atau bertepatan dengan 22 Juni 1527 Masehi (M), Fatahillah berhasil merebut Sunda Kelapa dari penjajah. Keberhasilan Fatahillah merebut Sunda Kelapa kemudian disebut sebagai Fathan Mubina atau kemenangan yang nyata.

Kata-kata ini dalam bahasa Sansekerta disebut Jayakarta. Oleh sebab itu, kota Sunda Kelapa diganti oleh Fatahillah menjadi kota Jayakarta atau Jakarta.

Sejarah perebutan pelabuhan Sunda Kelapa berawal saat pelabuhan ini dikuasai oleh Kerajaan Sunda. Saat itu pertumbuhan ekonomi di pelabuhan berkembang pesat, banyak pedagang dari luar negeri seperti Portugis, Arab, India, Cina singgah di pelabuhan.

Bangsa Portugis yang kala itu punya hubungan erat dengan Kerajaan Sunda diizinkan mendirikan kantor dagang di dekat pelabuhan. Sebagai imbalan, bangsa Portugis akan memberikan barang-barang yang diperlukan Kerajaan Sunda.

Kesultanan Demak yang melihat hal tersebut menganggap langkah Portugis itu sebagai sebuah ancaman.

Akhirnya Fatahillah ditugaskan untuk mengusir Portugis dari Sunda Kelapa sekaligus merebut kota itu pada 22 Ramadan 933 H atau bertepatan dengan 22 Juni 1527 M.

Peristiwa ini dirayakan sebagai hari ulang tahun Kota Jakarta dan nama Sunda Kelapa diganti menjadi Jayakarta.

Perebutan ini bukan hanya didasari oleh motif ekonomi dan politik, tetapi juga untuk syiar agama Islam. Di bawah pengaruh Kesultanan Demak, Islam di Jakarta berkembang pesat, apalagi banyak pedagang dari Gujarat dan India yang ikut menyebarkan Islam di tengah misi berdagang mereka. (net/iis)

Facebook Comments