Demo Morosi Membuat Para Pedagang Merugi

81
kios-kios para pedagang di Morosi

KENDARI, BKK – Aksi unjuk rasa yang terjadi di pabrik PT Virtue Dragon Nickel Industri (VDNI) pada Senin (5/4) membuat aktivitas para pedagang lumpuh hingga tidak berjualan.

Salah satu pedagang di Desa Purui, Kecamatan Morosi, Murdin yang memiliki kios sembako di dekat Pabrik PT VDNI, berharap kebesaran hati para Ormas yang akan melakukan aksi agar tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat.

“Kalau Demo baru ribut terus, kita ini kasihan pedagang mau makan apa. Kami bergantungkan hidup dijualan kami ini dan kalau ada keributan akibat demo mau tidak mau pasti kita akan tutup kios. Kalau kita tutup kios otomatis penghasilan kita tidak ada dan keluarga kami mau makan apa,” katanya, Selasa (6/4).

Bahkan, lanjut dia, terpaksa dirinya sama sekali tidak membuka lapaknya karena takut dengan aksi demonstrasi yang mulai memanas. Dirinya pun terpaksa tidak dapat mencari nafkah untuk keluarganya akibat insiden tersebut.

“Pas ribut-ribut, saya dan beberapa teman harus tutup kios, yah terpaksa tidak jualan dulu. Dan berharap kejadian tersebut tidak terulang kembali,” curhatnya.

Dirinya berharap pemerintah dan aparat kemanan bisa memberikan kenyamanan kepada masyarakat, karena dengan adanya aksi yang terjadi itu sangat merugikan masyarakat khususnya para masyarakat pedagang kecil.

“Kalau ada seperti ini kami mau bilang apa lagi, Kami pedagang kecil hanya bisa bersabar dan keterbukaan hati Pemerintah dan Kepolisian agar kegiatan ini tak terulang. Karena bila ini terus terjadi kami tidak bisa mencari nafkah lagi karena hidup kami tergantung dari usaha kami ini,’ katanya.

Senada, Andi salah satu pedagang nasi kuning yang berjualan dengan menggunakan sebuah meja mengaku merugi ratusan ribu, karena pada hari biasanya nasi kuning terjual hingga puluhan bungkus kini hanya laku sekitar lima bungkus saja, akibat aksi demo yang berujung bentrok tersebut.

“Tidak laku mi nasi kuningku, karena yang mau beli saja takut. Saya terpaksa bawa pulang semua itu jualanku di rumah untuk dimakan saja. Kami masyarakat kecil hanya berharap pendapatan dari jualan nasi kuning saja, tapi kalau bigini kita hanya bisa bersabar dan meminta perhatian dari polisi supaya jangan mi ada lagi ribu-ribut kesihan,” harapnya. (nan)

Facebook Comments