Baru Tiga Bulan, PAD RSUD Raha Sudah Capai Rp6,4 Miliar

58
dr Muhammad Marlin

RAHA, BKK – Sejak tiga bulan terakhir, pendapatan asli daerah (PAD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raha sudah mencapai Rp 6,4 miliar.

Sumber PAD terbesar dari klaim pasien badan penyelenggara jaminan sosial (BPJS) Kesehatan dan non BPJS.

Direktur RSUD Raha, dr Muhammad Marlin mengatakan sejak management berubah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), rumah sakit plat merah itu telah mengelola pendapatannya sendiri.

“Dari tahun ke tahun PAD kita selalu meningkat. Target PAD kita tahun 2021 sebesar Rp 20 miliar. Kalau capaian sejak Januari hingga Maret ini, sudah mencapai Rp 6,4 miliar, ” katanya, Selasa (13/4).

Olehnya itu, dirinya meyakini jika PAD yang ditargetkan tahun 2021 bisa terealisasi.

Dijelaskan, pada 2018 lalu, PAD RSUD Raha mencapai Rp 15 miliar dan tahun 2019 naik menjadi Rp 17,7 miliar. Kemudian untuk tahun 2020 naik menjadi Rp 31 miliar. Khusus tahun 2021 RSUD Raha menargetkan PAD sebesar Rp 20 miliar.

“Baru tiga tahun managemen di RSUD Raha ini jadi BLUD. Penerimaan PAD terbesar kita itu dari BPJS mencapai 90 persen dari total penerimaan. Tahun 2020 itu PAD kita capai Rp 31 miliar, karena klaim BPJS selama 17 bulan, ” jelasnya. (tri/nan)

Facebook Comments